Tuesday, October 13, 2026
HomeBALITabananHadiri Pawiwahan di Tabanan, Bupati Sanjaya Ingatkan Pentingnya Bakti kepada Orangtua dan...

Hadiri Pawiwahan di Tabanan, Bupati Sanjaya Ingatkan Pentingnya Bakti kepada Orangtua dan Leluhur

Tabanan, warnaberita.com – Menikah bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan rumah tangga, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan keluarga, berbakti kepada orang tua, dan melestarikan warisan leluhur. Pesan inilah yang disampaikan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri upacara pawiwahan di Jero Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Tabanan, Sekda, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dan memberikan doa restu bagi kedua mempelai, Gede Prabha Adhyatmaja Nataran, A.Md., dan A.A. Ratih Saraswati, S.H., M.Kn.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Pimpin Gerakan Kebersihan di Pantai Yeh Gangga Tabanan

Kedua mempelai merupakan putra-putri dari keluarga Gede Buda Nataran, S.Pd., dan A.A. Nyoman Darma Putra, S.Sos.

Di sela-sela kegiatan, Sanjaya mengingatkan pasangan yang memasuki fase Grahasta Asrama agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah membesarkan mereka hingga dewasa.

“Jangan kacang lupa pada kulitnya. Proses orang tua membesarkan anak hingga dewasa merupakan perjuangan panjang. Karena itu, setelah berumah tangga, jangan pernah melupakan orang tua. Tetaplah menjalin hubungan, berbakti, dan hadir ketika mereka membutuhkan,” pesan Bupati Sanjaya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat menempuh hidup baru serta mendoakan agar kedua mempelai membangun rumah tangga yang harmonis, rukun, bahagia, dan langgeng.

Baca Juga  Pemkab dan DPRD Tabanan Sepakati Lima Ranperda untuk Pembahasan Lanjutan

Menurut Sanjaya, perkawinan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan antarkeluarga sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi terdahulu. Karena itu, kedua mempelai diharapkan tetap menjaga keseimbangan hubungan dengan keluarga, menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat dan adat, serta menghormati leluhur.

Sanjaya turut menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur, seperti sanggah, merajan, dan pelinggih. Keberadaan tempat suci keluarga tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali yang perlu dirawat dan dilestarikan oleh setiap generasi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mendukung program KB Krama Bali yang digaungkan Pemerintah Provinsi Bali. Program tersebut mengangkat nilai keberlanjutan generasi sekaligus pelestarian kearifan lokal dalam penamaan anak Bali, termasuk Nyoman sebagai anak ketiga dan Ketut sebagai anak keempat.

Baca Juga  Duta Tabanan Menggema di Ardha Candra

Pesan itu juga sejalan dengan program inovatif Kabupaten Tabanan, yakni Semara Ratih. Sanjaya berharap generasi muda memahami bahwa kehidupan berkeluarga tidak hanya menyangkut kebahagiaan pasangan, tetapi juga tanggung jawab menjaga tradisi dan budaya Bali.

Melalui momentum pawiwahan tersebut, ia berharap kedua mempelai mampu membangun keluarga yang harmonis, tetap berbakti kepada orang tua, serta menjaga warisan leluhur agar nilai-nilai budaya Bali terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular