Wednesday, October 21, 2026
HomeGAYA HIDUPKesehatanTingginya Harapan Hidup Lansia di Bali Jadi Tantangan

Psikolog Ingatkan Bahaya Kesepian

Tingginya Harapan Hidup Lansia di Bali Jadi Tantangan

Denpasar, warnaberita.com – Tingginya angka harapan hidup masyarakat Bali menjadi capaian positif dalam pembangunan kesehatan.

Namun, di balik usia yang semakin panjang, terdapat tantangan serius yang perlu mendapat perhatian, yakni kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis penduduk lanjut usia (lansia).

Dengan proporsi penduduk lansia yang melampaui 12 persen, Bali menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan para lansia tidak hanya berumur panjang, tetapi juga mampu menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, dan tetap terhubung dengan lingkungan sosialnya.

Koordinator Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Made Diah Lestari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., mengungkapkan kondisi psikologis lansia dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari lingkungan tempat tinggal di perkotaan maupun pedesaan, dukungan keluarga, hingga kondisi sosial ekonomi. Perbedaan kondisi tersebut turut menentukan kualitas hidup lansia dalam menjalani masa tua.

Baca Juga  KEMELUT PARIWISATA BALI

Menurut Diah, tingginya populasi lansia di Bali juga sejalan dengan tingginya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bali yang mencapai sekitar 77 tahun, melampaui rata-rata nasional sebesar 70–72 tahun. meningkatnya usia harapan hidup harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan psikologis.

“Secara kesehatan fisik, Bali unggul berkat kemajuan teknologi kesehatan serta akses pelayanan kesehatan yang menduduki peringkat kedua terbaik di Indonesia. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan para lansia ini tidak sekadar berumur panjang, melainkan hidup sehat dan sejahtera secara psikologis,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah fenomena lansia yang lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah ketika anak dan cucu mereka sibuk bekerja.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi interaksi sosial dan membuat lansia merasa terisolasi, terutama apabila tidak memiliki lingkungan pergaulan yang mendukung.

Baca Juga  Bali Raih Juara III Nasional Implementasi 6 SPM

Diah mengingatkan kesepian (loneliness), terlebih jika berlangsung dalam jangka panjang, tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Minimnya interaksi sosial dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun psikologis, termasuk meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan memperburuk penurunan fungsi kognitif pada sebagian lansia.

“Kesepian merupakan persoalan serius yang dapat mengancam kesehatan lansia. Ketika seseorang semakin jarang berinteraksi dan tidak memiliki ruang untuk terhubung dengan orang lain, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis serta fungsi kognitifnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, dukungan keluarga dan lingkungan sosial menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Kehadiran anak, cucu, maupun komunitas tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai, dibutuhkan, dan menjadi bagian dari kehidupan

Baca Juga  Tinjau Titik Banjir di Kedonganan, Wabup Badung Pastikan Penanganan Cepat

Di sisi lain, keberadaan kebijakan dan Peraturan Daerah tentang Lansia di Bali menjadi salah satu modal dalam memperkuat perlindungan serta kesejahteraan kelompok usia lanjut. Namun, upaya tersebut perlu terus diikuti dengan perhatian terhadap kebutuhan psikologis lansia dalam kehidupan sehari-hari.

Keluarga diharapkan tidak hanya memastikan kebutuhan makan, tempat tinggal, dan pengobatan terpenuhi, tetapi juga menyediakan waktu untuk berbincang, mendengarkan cerita, serta mengajak lansia beraktivitas bersama.

Sementara itu, lingkungan masyarakat dapat memperluas ruang perjumpaan melalui kegiatan sosial, komunitas, dan aktivitas yang memungkinkan lansia tetap aktif.

Meningkatnya harapan hidup harus berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas hidup. Lansia membutuhkan lebih dari sekadar perawatan fisik, mereka juga membutuhkan perhatian, kedekatan emosional, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular