Tuesday, March 3, 2026
HomeBALITabananPemkab Tabanan Rayakan Tumpek Wariga dengan Penanaman Pohon di Pura Luhur Pakendungan

Pemkab Tabanan Rayakan Tumpek Wariga dengan Penanaman Pohon di Pura Luhur Pakendungan

Tabanan, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan memperingati Rahina Tumpek Wariga atau Tumpek Uduh dengan penuh makna di Pura Luhur Pakendungan, Kecamatan Kediri, Sabtu (25/10/25).

Kegiatan ini diisi dengan persembahyangan bersama yang dipimpin para pemangku setempat, serta penanaman pohon secara simbolis oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati I Made Dirga dan jajaran Forkopimda.

Turut hadir dalam kegiatan ini Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Anggota DPRD Tabanan, Sekda, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMN, serta staf di lingkungan Pemkab Tabanan. Suasana upacara berlangsung khidmat dan hangat, mencerminkan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan alam.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Rahina Tumpek Wariga merupakan momentum penting untuk bersyukur dan menghormati anugerah alam, khususnya tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber kehidupan.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Daerah

“Melalui Tumpek Wariga ini, kita diajak untuk menghormati dan merawat alam, karena pohonlah yang pertama hadir di bumi dan memberi kehidupan bagi manusia. Pohon hidup untuk menghidupi, dan kewajiban kita adalah menjaga serta melestarikannya,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, ia menyebut filosofi Tumpek Wariga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala lan niskala.

“Upacara ini bukan sekadar ritual, tetapi juga implementasi nyata ajaran Tri Hita Karana dalam menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam lingkungannya,” imbuhnya.

Sanjaya juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi dan budaya Bali di tengah derasnya arus modernisasi. “Kita boleh hidup di zaman modern, tetapi nilai-nilai luhur leluhur harus tetap dijaga. Inilah kekuatan kita di Bali, bahwa setiap ritual seperti Tumpek Wariga memiliki pesan moral dan filosofi yang dalam tentang harmoni dan kelestarian,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Bersinergi Dukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Sebagai wujud nyata, Bupati Sanjaya bersama jajaran menanam sembilan pohon Nagasari yang melambangkan Dewata Nawa Sanga sebagai simbol penyucian dan penjaga alam. Ia menekankan agar aksi ini tidak berhenti pada seremoni.

“Menanam pohon tidak hanya bersifat simbolis, tetapi akan dilanjutkan dengan aksi nyata penanaman ribuan pohon di berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan. Jangan hanya menanam, tapi rawatlah hingga tumbuh subur, karena pohon-pohon ini adalah persembahan tulus kita untuk alam,” pesan Sanjaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam pelaksanaan upacara.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali, Tabanan Jadi Titik Awal 2026

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Murdaning Jagat Tabanan beserta seluruh undangan atas dukungannya, sehingga upacara ini dapat berjalan lancar, labda karya sida sidaning don. Semoga kita semua diberikan kesehatan, keselamatan, dan kerahayuan,” ujarnya.

Sebagai kelanjutan kegiatan, Pemkab Tabanan juga akan menggelar aksi bersih-bersih sampah plastik di Tukad Yeh Kutikan dan penanaman pohon lanjutan di kawasan Pura Luhur Pakendungan pada Minggu (26/10). Kegiatan ini melibatkan ASN, masyarakat, serta komunitas peduli lingkungan sebagai wujud nyata komitmen pelestarian alam dan lingkungan hidup di Kabupaten Tabanan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru