Denpasar, warnaberita.com – Pulau Dewata kembali menjadi panggung olahraga biliar internasional. Sebanyak 128 pebiliar nasional dan internasional ambil bagian dalam Bali International 9-Ball RBC Open 2026 yang berlangsung 6-9 Oktober di RBC Renon, Denpasar.
Turnamen ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya RBC Open digelar dengan format open penuh, sehingga pebiliar dari berbagai negara mendapat kesempatan bertanding di satu meja. Tak hanya pemain nasional, sejumlah pebiliar papan atas dunia turut ambil bagian dalam perebutan total hadiah mencapai Rp598 juta.
Ketua Pengprov POBSI Bali, Dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, mengatakan kehadiran pemain kelas dunia menjadi momentum penting bagi perkembangan biliar Bali dan Indonesia. Ia berharap ajang tersebut tidak berhenti sebagai turnamen sekali gelar, tetapi bisa menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Ini mudah-mudahan bisa tiap tahun kita adakan. Kalau yang open handicap, kita sudah berapa kali mengadakan di Bali. Mudah-mudahan tiap tahun di sini sudah ada pemain top dunia. Tahun yang lalu juga ada, sekarang juga ada,” ujar Laksmi saat pembukaan turnamen di RBC Renon, Denpasar, Kamis (8/10).
Menurutnya, kesempatan berhadapan langsung dengan pemain kelas dunia memberikan pengalaman berharga bagi pebiliar lokal. Terlebih, pemain Bali relatif jarang mendapat kesempatan menguji kemampuan melawan atlet yang memiliki pengalaman di level internasional.
“Yang pasti adalah pengalaman yang sangat berharga. Karena terus terang pemain kita ini jarang sekali bisa bermain dengan pemain top, apalagi yang kali ini hadir kebanyakan pemain top dunia juga ikut main di sini, di samping pemain top nasional,” katanya.
Sekum POBSI Bali, Welly Soedarno, menambahkan bahwa keberadaan pemain dunia bukan hanya menjadi daya tarik turnamen, tetapi juga sarana pembelajaran bagi atlet Bali.
“Dengan adanya event ini, pengalaman bertanding, jam terbang, dan lain sebagainya akan sangat membantu sekali bagi pemain-pemain Bali. Mereka juga dapat belajar dari segi teknik, teknik-teknik yang belum mereka kuasai dan bisa melihatnya dari pemain dunia lainnya,” kata Welly.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan sekitar 70 pebiliar mancanegara. Mereka datang dari berbagai negara, di antaranya Filipina, Irak, Kanada, China, Singapura, Malaysia, Laos, Thailand, Arab Saudi, Argentina dan Rusia. Sejumlah pemain yang hadir bahkan disebut berasal dari jajaran peringkat 1 hingga 12 dunia.
Dari Bali sendiri, sejumlah pemain turut ambil bagian, termasuk atlet muda berusia 16 tahun serta pebiliar PON Bali seperti Irwan Limardi dan Edi Wirawan yang merupakan peraih emas PON kategori snooker.
Persaingan juga melibatkan pebiliar papan atas nasional. Di antaranya peringkat satu dan dua putra nasional Irsal Nasution dan Albert Januarta, peringkat satu putri dan peringkat tiga dunia Silviana Lu, serta peringkat satu snooker Gebby Adi Wibawa. Dua pebiliar putri juga ikut meramaikan persaingan di tengah dominasi peserta putra.
Dengan hadiah utama Rp200 juta untuk juara, Rp100 juta bagi runner-up, serta hadiah bertingkat hingga babak 64 besar, RBC Open 2026 menjadi salah satu ajang penting bagi para pebiliar untuk menguji kemampuan.
Bagi POBSI Bali, kehadiran para pemain top dunia diharapkan menjadi pemantik peningkatan kualitas atlet lokal. Bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana pemain Bali mengasah mental, ketenangan saat berada di meja, serta kemampuan membaca dan menyusun taktik permainan.
RBC Open 2026 pun diarahkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi biliar berlevel internasional secara berkelanjutan di Bali. Dengan pengalaman bertanding melawan pemain dunia, atlet lokal diharapkan memiliki bekal lebih kuat untuk bersaing di level nasional maupun internasional. (*)
