Tabanan, warnaberita.com – Sebanyak 8.527 kader yang tersebar di 832 posyandu menjadi kekuatan Kabupaten Tabanan dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat. Berbagai inovasi tersebut menarik perhatian Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo yang datang untuk melakukan kaji tiru implementasi Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (6 SPM), Jumat (23/10/2026).
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan, di Ruang Rapat Sekretariat PKK Kabupaten Tabanan.
Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, sinergi lintas perangkat daerah, hingga pengembangan inovasi pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu 6 SPM membutuhkan komitmen bersama dan kolaborasi berkelanjutan.
“Kami sangat berbahagia dan bersyukur dapat berbagi pengalaman bersama jajaran dari Provinsi Gorontalo. Kami di Tabanan juga masih terus belajar dan berbenah dalam mengimplementasikan Posyandu 6 SPM. Karena itu, mari kita berdiskusi, saling berbagi, dan bersama-sama menyukseskan transformasi posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkapnya.
Bunda Rai menjelaskan, Pemkab Tabanan terus mempercepat implementasi Posyandu 6 SPM melalui penguatan kelembagaan, sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kader secara berjenjang, serta pembinaan langsung di lapangan.
Upaya tersebut didukung inovasi SIPADU 6, yakni sistem informasi pelaporan posyandu berbasis digital. Selain itu, terdapat Pilar Posyandu yang mengembangkan pengolahan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar menggunakan teknologi pirolisis melalui kerja sama dengan Universitas Udayana.
Sementara itu, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan mengapresiasi langkah dan inovasi yang dikembangkan Kabupaten Tabanan. Ia menilai kaji tiru tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari praktik pelayanan Posyandu 6 SPM secara langsung.
“Saya mendengarkan pemaparan mengenai pelaksanaan posyandu di Kabupaten Tabanan dan melihat bahwa upaya yang dilakukan sudah sangat luar biasa. Tidak salah jika Ibu Gubernur menunjuk Kabupaten Tabanan sebagai lokasi kaji banding. Apa yang telah dilakukan Kabupaten Tabanan sangat luar biasa. Kami melihat adanya sinergi yang kuat dengan enam perangkat daerah terkait, keterlibatan masyarakat, serta inovasi yang menjawab kebutuhan di lapangan. Apa yang dilakukan Tabanan juga sejalan dengan upaya kami di Provinsi Gorontalo dalam mengembangkan desa percontohan Posyandu 6 SPM,” tuturnya.
Rombongan kemudian mengunjungi Posyandu Kuwum di Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga. Posyandu tersebut sebelumnya meraih Juara I Inovasi Terbaik Bidang Kesehatan tingkat Provinsi Bali tahun 2026.
Kunjungan lapangan diawali dengan senam lansia, dilanjutkan pemaparan inovasi dan peninjauan pelayanan, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) bagi masyarakat sasaran.
Sejumlah inovasi yang diperkenalkan meliputi SIPOS berbasis Google Spreadsheet, Dukung Ibu untuk mendukung kesehatan mental ibu nifas melalui edukasi keluarga, JAMBAK atau Jamu Penambah Nafsu Makan, PMT Nutrikids, Sereh Spray berbahan alami untuk mengusir nyamuk, REK-DK atau Roadshow Edukasi Kesehatan Desa Kuwum, serta METAKSU melalui kemitraan dengan Laboratorium Taksu.
Dengan dukungan 832 posyandu di 10 kecamatan dan 133 desa, Kabupaten Tabanan terus memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah bersama 8.527 kader untuk mengoptimalkan enam bidang pelayanan dasar.
Melalui kaji tiru ini, kedua daerah diharapkan dapat saling mengadopsi praktik baik, meningkatkan kapasitas kader, serta memperkuat pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui Posyandu 6 SPM.(*)
