Badung, warnaberita.com – Inovasi pemerintahan tidak cukup hanya menjadi gagasan di atas kertas. Setiap terobosan harus mampu menyederhanakan birokrasi, meningkatkan transparansi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba saat meluncurkan lima proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Pemkab Badung.
Peluncuran berlangsung di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Senin (2/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sekda Badung bertindak sebagai mentor sekaligus memimpin jalannya peluncuran inovasi tata kelola pemerintahan.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Diskominfo Badung I Ketut Gede Arta serta lima pejabat pimpinan tinggi pratama peserta PKN yang memaparkan proyek perubahan sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah masing-masing.
Lima inovasi yang diluncurkan mencakup berbagai sektor pelayanan dan tata kelola pemerintahan. Pertama, Sigap Dewa (Sistem Integrasi Governance Administrasi dan Pelayanan Digital untuk Ekosistem Wujud Aspirasi) yang digagas Sekretaris DPRD Badung I Gde Surya Kurniawan.
Kedua, Pustaka Sidi Kumbara (Pengembangan Usaha Mikro Melalui Tata Kelola Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera) oleh Kepala Diskop UKM dan Perdagangan Badung AA. Rosyawati.
Ketiga, Tangguh (Transformasi Tata Kelola Persiapan Pengadaan yang Terintegrasi, Akuntabel, dan Efektif) oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik I Dewa Gede Sudirawan.
Keempat, Inisiasi Smart Mobility Ekosistem Badung 2045 oleh Kepala Dinas Perhubungan Badung AA Gde Rahmadi. Kelima, Shanti Pala (Sinergi Harmoni Antarumat dan Nilai Tri Hita Karana Melalui Pancasila) oleh Kepala Badan Kesbangpol Badung IB. Putu Mas Arimbawa.
Dalam sambutannya, Surya Suamba mengapresiasi gagasan para peserta yang diarahkan untuk memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan.
“Saya berharap proyek perubahan ini bukan merupakan sesuatu yang menjadikan tata kelola lebih rumit, tetapi membuat simpel, membuat transparan, dan tentunya proyek perubahan ini membantu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Badung,” ujar Surya Suamba.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan proyek perubahan tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi dari konsistensi penerapan dalam jangka panjang. Karena itu, inovasi harus tetap berjalan meskipun tidak mendapat dukungan anggaran khusus.
Sekda turut meminta para peserta segera menyosialisasikan proyek perubahan kepada seluruh jajaran di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah ini penting agar seluruh aparatur memahami tujuan inovasi dan dapat bersinergi dalam pelaksanaannya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen komitmen bersama antara mentor dan peserta. Melalui komitmen tersebut, kelima proyek perubahan diharapkan terus dikembangkan secara konsisten untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan pelayanan publik di Gumi Keris.(*)
