Badung, warnaberita.com – Penguatan kapasitas menjadi langkah penting bagi jajaran Prajuru Paiketan Krama Istri (Pakis) Kabupaten Badung untuk menjalankan peran organisasi sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali di tengah perubahan zaman.
Manggala Pakis Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Prajuru Pakis MDA Kabupaten Badung yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan jajaran prajuru setelah berlangsungnya proses pergantian dan penetapan Prajuru Pakis di lingkungan MDA Kabupaten Badung maupun MDA Kecamatan se-Kabupaten Badung.
Pelaksanaan kegiatan juga merupakan tindak lanjut atas surat Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor 554/MDA-Prov Bali/VII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.
Sejumlah jajaran MDA hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Panyarikan Agung MDA Provinsi Bali, Patengen Agung MDA Provinsi Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Panyarikan MDA Badung, serta para Prajuru Pakis Kecamatan se-Kabupaten Badung.
Para peserta juga mendapatkan pembinaan langsung dari sejumlah narasumber. Materi pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, serta koordinasi antarjajaran Pakis dalam menjalankan organisasi di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Manggala Pakis Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menegaskan bahwa penetapan jajaran prajuru baru membawa tanggung jawab besar dalam menjaga keberadaan dan nilai-nilai adat di kalangan krama istri.
“Pakis adalah wadah yang menaungi seluruh krama istri di setiap Desa Adat. Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah awal agar Pakis senantiasa berjalan selaras, terkoordinasi, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan organisasi, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperkuat pengabdian Pakis kepada Desa Adat dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Pakis diharapkan semakin memahami pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penguatan koordinasi juga menjadi bagian penting agar program dan kegiatan Pakis dapat berjalan secara terarah.
Selain memperkuat organisasi, pembinaan ini diarahkan untuk membangun kebersamaan antarprajuru. Dengan pemahaman yang lebih utuh, setiap prajuru diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai teladan sekaligus pengayom bagi warga perempuan di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis serta memperkuat peran perempuan dalam menjaga adat dan budaya Bali.
Peningkatan kapasitas Prajuru Pakis MDA Kabupaten Badung menjadi momentum untuk memastikan regenerasi dan pengelolaan organisasi tetap berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat, tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.(*)
