Badung, warnaberita.com – Kerukunan tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus tumbuh dari keluarga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan toleransi, memperkuat mental keluarga, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Talkshow Kerukunan yang digelar Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10/2026). Kegiatan bertema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman” ini melibatkan 100 peserta dari berbagai organisasi perempuan, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana yang mewakili Bupati Badung, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, serta sejumlah perwakilan instansi dan organisasi lintas agama.
Saat membacakan sambutan Bupati Badung, I Wayan Wijana menyampaikan bahwa perempuan memegang peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan, terutama melalui lingkungan keluarga.
Ia juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai 98,1. Capaian tersebut diharapkan terus terjaga melalui sinergi pemerintah, organisasi perempuan, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.
Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, yang menjadi salah satu narasumber, membahas perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menyoroti pentingnya komunikasi harmonis antara orang tua dan anak serta pengawasan penggunaan gawai untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta mengajak perempuan lintas agama memperkuat komunikasi, bijak menggunakan media sosial, dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Menurutnya, keharmonisan sosial turut mendukung keberlanjutan pariwisata Badung.
Narasumber Putu Suprapti Santy Sastra kemudian memotivasi peserta agar konsisten menebarkan energi positif dan menerapkan toleransi dalam kehidupan nyata.
“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.
Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas agama dan organisasi perempuan. Perempuan pun diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, mempererat persaudaraan, serta menjaga Badung tetap harmonis di tengah tantangan zaman.(*)
