Saturday, May 2, 2026
HomeEKONOMITargetkan Ekonomi Digital Sumbang 19 Persen PDB pada 2045, Ini Langkah Komdigi

Targetkan Ekonomi Digital Sumbang 19 Persen PDB pada 2045, Ini Langkah Komdigi

Jakarta, warnaberita.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memacu transformasi digital nasional dengan menggandeng mitra strategis internasional, termasuk program kerja sama bilateral Indonesia–Australia, Prospera.

Langkah kolaborasi ini menargetkan kontribusi ekonomi digital hingga 19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2045 mendatang.

“Untuk mencapai target kontribusi ekonomi digital 19 persen dari PDB dibutuhkan penguasaan teknologi dan digitalisasi,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menerima Deputi Director Prospera Della Temenggung di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (1/8/2025).

Transformasi digital sendiri menjadi salah satu dari 17 agenda pembangunan nasional yang diharapkan dapat menjadi penggerak utama transformasi ekonomi dan tata kelola pemerintahan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga  RESMI! Pemerintah Terbitkan Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital

“Kita menargetkan untuk menjadi negara maju dengan PDB terbesar kelima di dunia pada tahun 2045,” tegas Meutya.

Melalui kerja sama dengan Prospera, Kemkomdigi fokus pada dua pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan kebijakan transformasi digital, serta pemetaan dan penguatan kapasitas internal.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Kemkomdigi dalam menghadirkan transformasi digital yang gesit, adaptif, dan berkelanjutan.

Mengenal Prospera Percepat Transformasi Ekonomi dan Digital

Di balik upaya Indonesia mengejar visi besar Indonesia Emas 2045, terdapat dukungan berbagai mitra strategis internasional. Salah satunya adalah Prospera, sebuah program kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada penguatan kebijakan ekonomi dan digital.

Prospera, atau Australia Indonesia Partnership for Economic Development, merupakan kelanjutan dari kemitraan panjang kedua negara dalam bidang pembangunan ekonomi. Program ini didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, dengan mandat utama mendukung pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Baca Juga  Komdigi Terbitkan Surat Teguran Ketiga untuk X

Melalui Prospera, Australia menyediakan dukungan teknis, riset kebijakan, dan asistensi kelembagaan untuk berbagai sektor penting. Fokus kerja sama ini di antaranya adalah reformasi fiskal, tata kelola regulasi, penguatan iklim investasi, hingga akselerasi transformasi digital — yang kini menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah Indonesia.

Deputi Director Prospera, Della Temenggung, menyebut kerja sama ini membuka ruang bagi Indonesia untuk melakukan leapfrogging atau lompatan kemajuan digital yang signifikan.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk bersama-sama memanfaatkan momentum menuju 2045. Dukungan Prospera diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan dan kapasitas pemerintah dalam mendorong transformasi digital,” ujarnya.

Baca Juga  Honda Hadirkan 4 Mobil Baru di Japan Mobility Show 2025

Di tengah target ambisius menjadikan ekonomi digital sebagai penyumbang 19 persen PDB pada 2045, Prospera hadir sebagai jembatan pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital.

Seiring dengan peringatan 80 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Australia, kerja sama seperti Prospera menegaskan komitmen kedua negara untuk saling mendukung pertumbuhan ekonomi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Dengan penguatan kerja sama lintas sektor, Prospera diharapkan tidak hanya membantu Indonesia mengejar target sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, tetapi juga memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru