Fenomena Kopi Keliling Ala Coffee Shop yang Kian Menjamur di Bali

0

Denpasar, warnaberita.com – Fenomena kopi keliling dengan konsep ala coffee shop kian marak di Bali, khususnya daerah perkotaan, seperti Denpasar dan Badung. Dalam setahun terakhir, model penjualan minuman kopi ini semakin terlihat di kawasan perkantoran hingga pusat pendidikan.

Gerobak sederhana berpadu dengan mesin kopi modern, menu kekinian, dan barista berseragam menjadi pemandangan baru yang menarik perhatian masyarakat.

Kopi keliling sejatinya bukan hal baru. Namun, transformasi konsep menjadi lebih modern membuatnya naik kelas. Menu yang ditawarkan tak lagi sekadar kopi hitam atau kopi sachet, melainkan espresso, latte, hingga kopi susu gula aren layaknya coffee shop. Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik utama bagi konsumen, terutama pelajar dan pekerja kantoran.

Baca Juga  Ribuan Pengunjung Padati The Nusa Dua Festival 2025 di Pulau Peninsula

Salah satu pelaku usaha kopi keliling adalah Maestro Kopi Keliling. Eza, barista yang sehari-hari melayani pelanggan, mengungkapkan bahwa konsep barista keliling mulai diterapkan sejak pertengahan 2023. Ia melihat peluang besar dari mobilitas tinggi masyarakat perkotaan yang menginginkan kopi praktis tanpa harus masuk ke kafe.

“Nama saya Eza, saya berjualan sebagai barista di Maestro Kopi keliling ini. Saya berjualan ini mulai dari bulan Agustus 2025 kemarin. Harga kopi di Maestro ini mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 12.000. Kompetensi penjualan saya per hari kurang lebihnya Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per hari,” ujar Eza.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Etalase Khusus Arak Bali di Bandara Ngurah Rai

Menurutnya, kualitas kopi yang disajikan tetap menjadi perhatian utama. Biji kopi, racikan, hingga cara penyajian diupayakan menyerupai standar coffee shop. Perbedaan utama justru terletak pada konsep layanan yang lebih fleksibel dan dekat dengan konsumen.

Lokasi strategis juga menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan. Maestro Kopi Keliling memilih mangkal di area yang ramai aktivitas harian. “Alasan saya jualan kopi di sini karena lokasinya strategis, dekat dari kantor pusat pemerintahan juga, sama dekat-dekat sekolahan ada anak-anak SD, anak-anak SMA juga datang, banyak yang datang di sini,” jelasnya.

Kehadiran kopi keliling ala coffee shop ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan masyarakat akan kopi berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, model usaha ini membuka peluang kerja bagi barista muda dan mendorong tumbuhnya UMKM kreatif di Denpasar. Tren ini diperkirakan masih akan terus berkembang seiring gaya hidup ngopi yang kian mengakar di masyarakat perkotaan.(*)

Baca Juga  Suguhkan Atraksi Tradisi hingga Kuliner Lokal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here