Badung, warnaberita.com – Langkah tegas diambil Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Mulai dari kantor sendiri, seluruh ASN diminta menjadi pelopor pemilahan sampah demi menjawab isu lingkungan yang kian mendesak.
Bupati Adi Arnawa memerintahkan seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Badung untuk membangun budaya pemilahan sampah di masing-masing perangkat daerah. Instruksi ini disampaikan saat apel bersama dalam rangka penguatan komitmen pelaksanaan Aksi Percepatan (Asper) Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Lapangan Puspem Badung, Mangupraja Mandala, Senin (30/3/26).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat, tidak hanya sebatas memberikan edukasi. “Tidak hanya memberikan sosialisasi dan mengedukasi budaya pilah sampah bagi masyarakat, mulai hari ini (kemarin-red) ASN Badung kami perintahkan menjadi contoh dan pelopor dalam pengelolaan sampah yang benar dengan melakukan pemilahan di masing-masing ruangan,” tegasnya.
Apel tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Sekda Badung IB Surya Suamba, serta jajaran pejabat dan ASN.
Adi Arnawa menekankan, kawasan Puspem Badung harus menjadi role model dalam pengelolaan sampah, baik organik maupun anorganik. Ia bahkan mengingatkan agar setiap kantor menyediakan fasilitas pemilahan sampah yang memadai.
“Jangan sampai di Kantor Bupati tidak ada tempat pemilahan sampah. Saya akan lihat nanti, mana Perangkat Daerah yang mengikuti arahan sebagai contoh penanganan sampah. Jika tidak ada tempat sampah agar disiapkan,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah kini telah menjadi isu global yang membutuhkan langkah konkret dari semua pihak. Apalagi, pemerintah pusat mulai 1 April 2026 menetapkan hanya sampah residu yang boleh dibawa ke TPA Suwung. Kebijakan ini mendorong Pemkab Badung mempercepat implementasi PSBS melalui sistem Asper.
Dalam sebulan terakhir, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pendataan rumah tangga oleh pegawai hingga edukasi langsung ke masyarakat. Selain itu, sarana pengolahan sampah seperti teba modern, tong komposter, dan bag komposter juga mulai disiapkan. Meski demikian, Bupati menilai edukasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar persepsi pengelolaan sampah bisa seragam.
Di sisi lain, Bupati juga menyoroti dinamika geopolitik global yang berpotensi berdampak pada sektor pariwisata, tulang punggung ekonomi Badung. Ia meminta jajaran Pemkab untuk melakukan mitigasi fiskal guna menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Bila kondisi ini terus terjadi, kemungkinan kunjungan wisatawan ke Bali dan Badung mengalami penurunan, yang berdampak pada pendapatan. Dari laporan Bapenda, meski triwulan I tahun ini PHR mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I tahun lalu, namun kita belum tahu 9 bulan kedepan apakah kondisinya tetap konsisten. Untuk itu kegiatan yang mana walaupun itu penting tapi tidak terlalu urgent dapat ditunda sementara. Jangan sampai nanti ambisius mengejar capaian realisasi belanja, tapi pendapatan kita tidak mendukung. Di ujung-ujung tidak ada uang dan berdampak pada gaji dan tunjangan,” jelasnya.
Menutup arahannya, Bupati kembali mengingatkan seluruh ASN agar meningkatkan kinerja, dedikasi, dan loyalitas dalam menjalankan visi misi pembangunan Badung. “Kami akan melihat kinerja pegawai, dedikasinya, loyalitasnya. Mari kerja yang benar dan Visi Misi Badung jadi fokus utama,” pungkasnya.(*)
