Monday, June 29, 2026
spot_img
HomeBALIBadung70 Seniman Dharmawangsa Hidupkan Palegongan di PKB 2026

Duta Badung Curi Perhatian

70 Seniman Dharmawangsa Hidupkan Palegongan di PKB 2026

Denpasar, warnaberita.com – Denting gamelan yang berpadu dengan gerak gemulai penari langsung menyihir penonton sejak awal pementasan. Sebanyak 70 seniman dari Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal tampil memukau dalam Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas sebagai Duta Kabupaten Badung pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar pada Minggu (28/6/2026).

Mereka membawakan empat garapan Palegongan yang sarat nilai estetika dan spiritual, yakni Tari Palegongan Kreasi “Nyrigśa”, Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa”, serta Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu”. Seluruh karya tersebut menjadi representasi kuat antara pelestarian tradisi klasik dan eksplorasi artistik yang selaras dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Penata pertunjukan, Ida Bagus Yodhie Harischandra atau Gusde, mengungkapkan bahwa proses kreatif melibatkan puluhan seniman dengan berbagai peran, mulai dari penari hingga tim artistik.

Baca Juga  Duta Badung Tampil Memukau di PKB 2026, “Baradwara” Angkat Spirit Penyucian Diri

“Penampilan tahun ini melibatkan sekitar 70 orang. Kami ingin menghadirkan sajian yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan filosofis dan spiritual kepada penonton melalui bahasa Palegongan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tari Palegongan Kreasi “Nyrigśa” menjadi karya utama yang menyita perhatian. Garapan ini mengangkat perjalanan batin manusia dalam menemukan kesadaran diri melalui bahasa Legong.

“Nyrigśa kami hadirkan sebagai refleksi perjalanan spiritual. Legong bukan hanya dipandang sebagai bentuk tari, tetapi menjadi media untuk memahami diri sendiri dan menemukan harmoni jiwa,” jelasnya.

Selain karya kreasi, penampilan juga diperkaya dengan Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, karya maestro gamelan Bali, I Wayan Lotring. Gending ini terinspirasi dari pengalaman Lotring saat tampil di Keraton Solo pada 1926, memadukan nuansa musik Jawa dengan dinamika gamelan Bali yang lembut namun tetap hidup.

Baca Juga  Persembahyangan Bersama Tandai Dimulainya Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru di Badung

Nuansa klasik semakin kuat melalui Tari Palegongan “Legod Bawa” yang mengisahkan perdebatan kesaktian antara Dewa Brahma dan Dewa Wisnu. Dalam kisah tersebut, Dewa Siwa menguji kedua dewa melalui lingga suci, menegaskan bahwa tidak ada kekuatan yang melampaui kemahakuasaan-Nya. Nilai kerendahan hati dan kebijaksanaan menjadi pesan utama yang disampaikan.

Sebagai penutup, Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu” tampil penuh energi dengan mengangkat tema Ananta Atma Kertih. Komposisi ini menafsirkan “Rong Telu” sebagai perjalanan jiwa menuju kesadaran yang lebih tinggi, bukan sekadar simbol kematian.

Melalui eksplorasi bunyi gamelan, karya ini menggambarkan transformasi manusia dari kehidupan yang penuh dualitas menuju ketenangan batin dan kesatuan jiwa.

Baca Juga  Gubernur Koster Lepas Peed Aya, Tandai Pembukaan PKB XLVIII

Gusde menegaskan bahwa seluruh garapan dirancang untuk menunjukkan dinamika seni tradisi Bali yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Palegongan bukan hanya warisan klasik yang harus dijaga, tetapi juga ruang untuk terus berkarya, berefleksi, dan menyampaikan nilai-nilai kehidupan sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Gusde.

Ia berharap penampilan Duta Kabupaten Badung di PKB XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman batin yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Bali.

Melalui perpaduan nilai sejarah, spiritualitas, dan kreativitas, Sanggar Seni Dharmawangsa menghadirkan pertunjukan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi sekaligus upaya pelestarian seni Palegongan bagi generasi mendatang.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru