Denpasar, warnaberita.com – Baru dua hari dilantik, kepengurusan baru Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali langsung tancap gas.
Hal itu dibuktikan dengan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Pelajar Bali 2026 yang resmi dibuka Ketua Umum POBSI Bali, Dr. Laksmi Duarsa, di Super Power Arena, Denpasar, Sabtu (18/7).
Kejurprov yang untuk pertama kalinya khusus digelar bagi kalangan pelajar ini diikuti 64 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Bali, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, dengan mempertandingkan nomor bola 9 dan bola 10.
Ketua Panitia yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) POBSI Bali, Edward Sandjaja Ikhwan, mengatakan kejuaraan ini menjadi langkah awal membangun regenerasi atlet biliar Bali melalui pembinaan sejak usia dini.
“Ini merupakan Kejurprov pelajar pertama yang kami selenggarakan. Tujuan utamanya mencari bibit-bibit muda baru untuk Bali sehingga ke depan kami memiliki database atlet yang bisa digunakan kabupaten dan kota dalam melakukan pembinaan. Peserta terbanyak berasal dari tingkat SMP,” ujarnya.
Edward menambahkan, para juara nantinya akan dipersiapkan untuk tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai bagian dari proses pembinaan berjenjang.
Sementara itu, Sekretaris Umum POBSI Bali, Welly Soedarno, menjelaskan seluruh atlet berprestasi akan langsung masuk dalam pendataan resmi organisasi.
“Setelah Kejurprov selesai, para juara akan kami buatkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Mereka juga akan kami data dan informasikan kepada Pengkab maupun Pengkot POBSI agar atlet-atlet potensial ini mendapat pembinaan yang berkelanjutan. Pembinaan memang menjadi tanggung jawab kabupaten dan kota,” jelasnya.
Menurut Welly, langkah tersebut penting agar para atlet muda tidak berhenti hanya di level kejuaraan daerah, tetapi terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Ketua Umum POBSI Bali, Dr. Laksmi Duarsa, menegaskan penyelenggaraan Kejurprov hanya dua hari setelah pelantikan pengurus menjadi bukti keseriusan organisasi dalam membangun prestasi.
“Kami baru saja dilantik dua hari lalu, tetapi Bidang Binpres langsung gas pol. Kami tidak ingin membuang waktu karena yang kami harapkan adalah regenerasi atlet. Ketika atlet senior nanti tidak lagi bermain, kami sudah memiliki penerus sehingga tidak ada jenjang pembinaan yang kosong,” tegasnya.
Laksmi mengakui keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Menurutnya, kepengurusan baru berkomitmen memperbanyak kompetisi agar lahir lebih banyak atlet berbakat.
“Ini menjadi bukti awal bahwa kepengurusan baru tetap bekerja meski dana kami terbatas. Juara satu hingga empat akan kami kembalikan ke kabupaten dan kota masing-masing untuk dibina. Ketika ada Kejurnas, mereka akan kami seleksi kembali. Jika kualitasnya mampu bersaing dengan atlet senior, tentu akan kami kirim mewakili Bali,” katanya.
Ia berharap Kejurprov Pelajar 2026 menjadi titik awal lahirnya generasi baru atlet biliar Bali yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga menjadi andalan Pulau Dewata pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. (*)
