Jakarta, warnaberita.com - Selain membawa udara yang sejuk dan menyegarkan, musim hujan juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Cuaca yang lembap dan tergenangnya air hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran penyakit.
Sebagaimana dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa jenis penyakit yang umum terjadi di musim hujan dan cara-cara pencegahannya.
Baca Juga: Rute Penerbangan Bali-Bangkok Bertambah, Kini Ada 5 Maskapai yang Melayani
1. Demam Berdarah
Demam berdarah merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang banyak berkembang biak di tempat-tempat genangan air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, dan gigitan nyamuk betina dapat menyebabkan demam, nyeri otot, dan terkadang pendarahan.
Untuk pencegahan, hindari genangan air dengan memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah seperti di dalam ember, bak mandi, atau pot tanaman.
Baca Juga: Tanpa Beban, Timnas Indonesia Siap Hadapi Korea Selatan di Piala Asia U-17
Berikutnya, gunakan obat nyamuk baik dalam bentuk lotion atau spray pengusir nyamuk, serta kelambu saat tidur, termasuk memakai pakaian panjang untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.
2. Flu dan Pilek
Cuaca yang dingin dan seringnya perubahan suhu antara siang dan malam selama musim hujan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, seperti flu dan pilek.
Baca Juga: Myanmar Terima Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Korban Gempa
Virus flu dapat menyebar melalui udara dan kontak langsung.
Untuk pencegahan, sebaiknya menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur dengan sabun atau gunakan hand sanitizer.
Penggunaan masker juga disarankan, terutama jika sedang sakit atau berada di keramaian.
Baca Juga: Trump Kenakan Tarif Resiprokal 32 Persen, Ini Sikap Resmi Pemerintah Indonesia
Tak kalah penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum air yang banyak.
3. Diare dan Penyakit Saluran Pencernaan
Saluran air yang terkontaminasi akibat banjir atau limpahan air hujan sering kali menjadi media penyebaran bakteri penyebab diare, seperti E. coli dan Salmonella.
Baca Juga: Bantu Korban Gempa, Indonesia Kirim EMT ke Myanmar
Selain itu, konsumsi makanan atau air yang tercemar juga meningkatkan risiko penyakit ini.
Diare dapat dicegah dengan memasak makanan dengan baik dan pastikan makanan yang dikonsumsi sudah dimasak dengan sempurna.
Mencuci tangan dengan sabun, teritama setelah dari toilet dan sebelum makan dan gunakan air yang telah dimasak atau air mineral yang telah terjamin kebersihannya.
4. Penyakit Kulit
Limbah dan air hujan yang tergenang sering kali membawa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit seperti dermatitis atau infeksi jamur.
Kondisi kulit yang lembap dan lembab akibat hujan dapat menyebabkan iritasi.
Menjaga kebersihan tubuh dengan segera mandi setelah terkena air hujan, menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit kulit.
Selain itu, gunakan pakaian yang kering dan hindari memakai pakaian basah terlalu lama, gunakan salep atau krim anti-jamur untuk mencegah infeksi kulit akibat jamur.
5. Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang biasanya ditemukan pada urine hewan, seperti tikus.
Penyakit ini sering menyebar saat banjir atau genangan air, terutama jika seseorang terpapar langsung dengan air yang tercemar.
Hindari kontak langsung dengan air banjir, vaksinasi hewan peliharaan, menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran air tidak tersumbat dan lingkungan tetap bersih adalah upaya pencegahan Leptospirosis.
6. Tipes (Demam Tifoid)
Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, yang sering menyebar melalui makanan dan air yang tercemar.
Di musim hujan, sanitasi yang buruk dan genangan air bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini.
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni kengkonsumsi makanan dan minuman yang higienis, mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan air. (*)