Musim Hujan, Waspadai Penyebaran Penyakit Akibat Cuaca Lembap

Oleh Embun BeningFriday, 4th April 2025 | 20:22 WIB
Musim Hujan, Waspadai Penyebaran Penyakit Akibat Cuaca Lembap
Cuaca yang lembap dan tergenangnya air hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran penyakit.(pixabay/tumisu)

Jakarta, warnaberita.com - Selain membawa udara yang sejuk dan menyegarkan, musim hujan juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. 

Cuaca yang lembap dan tergenangnya air hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran penyakit. 

Sebagaimana dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ada beberapa jenis penyakit yang umum terjadi di musim hujan dan cara-cara pencegahannya.

Baca Juga: Rute Penerbangan Bali-Bangkok Bertambah, Kini Ada 5 Maskapai yang Melayani

1. Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang banyak berkembang biak di tempat-tempat genangan air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, dan gigitan nyamuk betina dapat menyebabkan demam, nyeri otot, dan terkadang pendarahan.

Untuk pencegahan, hindari genangan air dengan memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah seperti di dalam ember, bak mandi, atau pot tanaman.

Baca Juga: Tanpa Beban, Timnas Indonesia Siap Hadapi Korea Selatan di Piala Asia U-17

Berikutnya, gunakan obat nyamuk baik dalam bentuk lotion atau spray pengusir nyamuk, serta kelambu saat tidur, termasuk memakai pakaian panjang untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.

2. Flu dan Pilek

Cuaca yang dingin dan seringnya perubahan suhu antara siang dan malam selama musim hujan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, seperti flu dan pilek. 

Baca Juga: Myanmar Terima Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Korban Gempa

Virus flu dapat menyebar melalui udara dan kontak langsung.

Untuk pencegahan, sebaiknya menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur dengan sabun atau gunakan hand sanitizer.

Penggunaan masker juga disarankan, terutama jika sedang sakit atau berada di keramaian.

Baca Juga: Trump Kenakan Tarif Resiprokal 32 Persen, Ini Sikap Resmi Pemerintah Indonesia

Tak kalah penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum air yang banyak.

3. Diare dan Penyakit Saluran Pencernaan

Saluran air yang terkontaminasi akibat banjir atau limpahan air hujan sering kali menjadi media penyebaran bakteri penyebab diare, seperti E. coli dan Salmonella. 

Baca Juga: Bantu Korban Gempa, Indonesia Kirim EMT ke Myanmar

Selain itu, konsumsi makanan atau air yang tercemar juga meningkatkan risiko penyakit ini.

Diare dapat dicegah dengan memasak makanan dengan baik dan pastikan makanan yang dikonsumsi sudah dimasak dengan sempurna.

Mencuci tangan dengan sabun, teritama setelah dari toilet dan sebelum makan dan gunakan air yang telah dimasak atau air mineral yang telah terjamin kebersihannya.

4. Penyakit Kulit

Limbah dan air hujan yang tergenang sering kali membawa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit seperti dermatitis atau infeksi jamur. 

Kondisi kulit yang lembap dan lembab akibat hujan dapat menyebabkan iritasi.

Menjaga kebersihan tubuh dengan segera mandi setelah terkena air hujan, menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit kulit.

Selain itu, gunakan pakaian yang kering dan hindari memakai pakaian basah terlalu lama, gunakan salep atau krim anti-jamur untuk mencegah infeksi kulit akibat jamur.

5. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang biasanya ditemukan pada urine hewan, seperti tikus. 

Penyakit ini sering menyebar saat banjir atau genangan air, terutama jika seseorang terpapar langsung dengan air yang tercemar.

Hindari kontak langsung dengan air banjir, vaksinasi hewan peliharaan,  menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran air tidak tersumbat dan lingkungan tetap bersih adalah upaya pencegahan Leptospirosis.

6. Tipes (Demam Tifoid)

Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, yang sering menyebar melalui makanan dan air yang tercemar. 

Di musim hujan, sanitasi yang buruk dan genangan air bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni kengkonsumsi makanan dan minuman yang higienis, mencuci tangan secara teratur dan menjaga kebersihan air. (*)

Terkini

Gelar Karangasem Akhir Pekan, Dishub Atur Arus Lalin
Gelar Karangasem Akhir Pekan, Dishub Atur Arus Lalin
KARANGASEM | in 6 hours
Mantap! Cuti Bersama Disdukcapil Buleleng Tetap Layani Masyarakat
Mantap! Cuti Bersama Disdukcapil Buleleng Tetap Layani Masyarakat
BULELENG | in 5 hours
Wamen UMKM Tegaskan Program MBG Buka Peluang Besar UMKM untuk Berkembang
Wamen UMKM Tegaskan Program MBG Buka Peluang Besar UMKM untuk Berkembang
MAKRO | in 4 hours
Kopdes Merah Putih: Terobosan untuk Ketahanan Ekonomi Nasional
Kopdes Merah Putih: Terobosan untuk Ketahanan Ekonomi Nasional
MIKRO | in 4 hours
Ejawantahkan Pemikiran Bung Hatta, Hal ini yang Akan Dilakukan Kemenkop dan Yayasan Hatta
Ejawantahkan Pemikiran Bung Hatta, Hal ini yang Akan Dilakukan Kemenkop dan Yayasan Hatta
MIKRO | in 4 hours
Nuno Espirito Santo Menangkan Penghargaan Manajer Terbaik Bulan Maret dan Jadi Koleksi Ketujuhnya
Nuno Espirito Santo Menangkan Penghargaan Manajer Terbaik Bulan Maret dan Jadi Koleksi Ketujuhnya
OLAHRAGA | in 3 hours
Bruno Fernandes Raih Penghargaan Pemain Terbaik Bulan Maret Premier League
Bruno Fernandes Raih Penghargaan Pemain Terbaik Bulan Maret Premier League
OLAHRAGA | in an hour
Musim Hujan, Waspadai Penyebaran Penyakit Akibat Cuaca Lembap
Musim Hujan, Waspadai Penyebaran Penyakit Akibat Cuaca Lembap
KESEHATAN | 4 hours ago
Bantu Korban Gempa, Indonesia Kirim EMT ke Myanmar
Bantu Korban Gempa, Indonesia Kirim EMT ke Myanmar
INTERNASIONAL | 5 hours ago
Trump Kenakan Tarif Resiprokal 32 Persen, Ini Sikap Resmi Pemerintah Indonesia
Trump Kenakan Tarif Resiprokal 32 Persen, Ini Sikap Resmi Pemerintah Indonesia
EKONOMI | 9 hours ago
© 2025 Warnaberita.com - All Rights Reserved
Warnai Hidup dengan Ragam Berita