Badung, warnaberita.com - Timbungan menjadi salah satu makanan khas Bali. Konon kuliner ini menjadi hidangan khusus saat ritual upacara tradisional para raja di Pulau Bali atau saat ada acara-acara khusus kerajaan.
Namun, hidangan kerajaan ini dapat dinikmati oleh semua orang di Bali Timbungan Restoran yang beralamat di Jl. Sunset Road No.88, Kuta, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Tidak hanya bebek, restoran Bali Timbungan juga menyajikan menu Ayam Timbungan yang memiliki resep dan cara memasak yang sama dengan Bebek Timbungan.
Berdiri diatas lahan seluas 400 meter persegi, dengan kapasitas kursi 240an. Bali Timbungan memiliki 22 ruangan dengan dua lantai, baik outdoor maupun indoor. Seluruh potensi makanan khas tradisonal Bali digali dan disatukan didalamnya. Cita rasa yang dihadirkan begitu otentik, dengan variasi menu yang disesuaikan konsumen sehingga merepresentasikan Bali seutuhnya dari sisi kuliner.
Chief Operating Officer Bali Timbungan, Wieok Susanto saat ditemui Kamis (20/3) mengatakan, Bali Timbungan merupakan bagian dari usaha Secret Garden Village, Bali timbungan fokus bergerak di sektor hospitality.
Untuk menghadapi tantangan bisnis kuliner, pihaknya berupaya merangsang pasar dengan menghadirkan varian kuliner Bali yang terkenal di masing-masing wilayah. Seperti sudang lepet, ayam betutu, ikan bakar pesisir dan sebagainya. Walaupun makanan utama yang disajikan berupa bebek timbungan, namun pihaknya menghadirkan variasi menu khas Bali. Hal itu untuk menegaskan bahwa Bali timbungan merupakan restoran khas Bali. Hal itu juga melatarbelakangi berubahnya nama usahanya dari Bebek Timbungan menjadi Bali Timbungan.
"Upaya kita terus lakukan untuk menarik wisatawan. Baik melalui varian menu dan tempat kita yang strategis dan representatif. Kita harap dapat menjadi destinasi kuliner di Sunsetroad," katanya didampingi Dicky Prasetyo selaku Operational Senior Manager.
Made Gargita selaku Food and Beverage Manajer menerangkan bahwa Bali Timbungan membawa menu ciri khas masakan Bali yang cocok untuk wisatawan. Bumbu yang dihadirkan memiliki ciri khas berupa base gede yang diangkat sebagai basic menu restoran.
"Sebagian besar bumbu berupa base gede. Namun seiring berjalannya waktu banyak input dari tamu, sehingga kita kembangkan beberapa item dengan menghadirkan varian menu. Garis besarnya kita pakai bumbu balinese style," ungkapnya.
Untuk menyikapi kelesuan wisatawan, pihaknya menghadirkan berbagai promo yang disiapkan utamanya menyambut libur panjang Hari Raya Lebaran. Seperti membeli dua jenis masakan Bebek Timbungan mendapatkan diskon 40 persen. Pada bulan Ramadhan pihaknya juga menggratiskan takjil bagi pengunjung yang berbuka puasa dilokasi.
"Pengetatan dari pemerintah memang berpengaruh terhadap bookingan instansi. Tapi tamu yang liburan ke Bali pasti datang kesini. Kalau dulu bokingan mencapai 200an, sekarang ratusan lah," imbuhnya didampingi Nicodemus Boik selaku Sales Coorporate.(*)