Denpasar, warnaberita.com – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turun langsung memimpin upaya penanganan serta pembersihan sampah pasca banjir di sepanjang Tukad Jalan Resimuka, Desa Tegal Kertha, Minggu (14/9/25).
Kehadirannya di lapangan memastikan proses penanganan berjalan cepat sekaligus memantau kondisi sungai agar kembali bersih.
Dalam aksi gotong royong tersebut, Jaya Negara turut didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan. Mereka bersama-sama dengan jajaran TNI, petugas kebersihan dari Dinas PU, DLHK Kota Denpasar, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan masyarakat Desa Tegal Kertha, bergotong royong mengangkut tumpukan sampah yang menumpuk di aliran sungai.
Wali Kota Jaya Negara menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mempercepat penanganan sampah pasca banjir yang melanda beberapa hari sebelumnya.
“Aksi gotong royong antara masyarakat dan petugas dari DLHK, PUPR, BWS, dan para personil TNI sangat membantu langkah percepatan pengangkutan sampah yang menghambat aliran sungai, sehingga diharapkan dalam beberapa hari sungai bisa kembali bersih. Upaya ini juga dilakukan untuk memastikan aliran air kembali lancar serta mencegah potensi banjir susulan,” ungkap Jaya Negara.
Di lokasi kegiatan, tampak beberapa truk pengangkut sampah hingga alat berat excavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan. Keberadaan armada tambahan ini dinilai efektif mengatasi sumbatan besar yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menambahkan bahwa Pemkot Denpasar sudah menyiapkan langkah konkret dalam mendukung percepatan pembersihan sungai.
“Kami sudah mengerahkan armada truk dan juga alat excavator untuk pengangkutan sampah-sampah pasca banjir sehingga pengerjaan nya diharapkan bisa cepat selesai dalam beberapa hari ke depan,” jelas Arya Wibawa.
Gotong royong pembersihan ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain mempercepat penanganan pasca banjir, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk lebih peduli terhadap kebersihan sungai demi mencegah terulangnya banjir serupa di kemudian hari.(*)
