Monday, February 16, 2026
HomeGAYA HIDUPHiburanBahas Penguatan Ambon Kota Musik

Menteri Ekraf Terima Audensi Wali Kota Ambon

Bahas Penguatan Ambon Kota Musik

Jakarta, warnaberita.com – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena untuk membahas penguatan identitas Kota Ambon sebagai kota musik.

Ambon sudah menjadi Kota Musik Dunia sejak 31 Oktober 2019 yang ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) serta city branding Ambon sebagai kota kreatif pun mendapat predikat tertinggi excellent versi UNESCO pada 27 Juni 2025.

“Bappenas telah menetapkan 12 provinsi prioritas termasuk Maluku yang di dalamnya ada Ambon berdasarkan segala bentuk potensi kreativitasnya untuk mengejar ketertinggalan ekonomi. Sebagai daerah prioritas, tentu Kota Ambon juga sudah dikenal statusnya menjadi Kota Musik. Kita bisa dorong seperti apa konten kreator atau musisi Ambon bisa tampil melalui platform digital dengan konsep yang unik sehingga mendapat penghasilan dari suatu platform,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf pada Rabu, 17 September 2025.

Baca Juga  Momentum Pacu Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, kehadiran nomenklatur dinas ekonomi kreatif di tingkat daerah juga bisa dibentuk tak hanya mandiri, tetapi bisa digabung dengan dinas lain. Nomenklàtur ekraf bisa menggabungkan judul dinas pariwisata, kebudayaan, kepemudaan, dan beberapa dinas lain yang lebih sinkron.

“Kementerian Ekraf hadir untuk mengurusi seperti apa pegiat ekraf bisa mengkapitalisasi dari skill atau keahlian yang dipunya talenta daerah. Kami senantiasa membantu kepala-kepala daerah menciptakan lapangan kerja atau wirausaha dari sektor kreatif. Sebaiknya ekraf bisa dijadikan judul dinas atau nomenklatur yang tidak harus mandiri, tetapi bisa gabungan. Dengan demikian ekonomi kreatif bisa menjadi mesin baru perekonomian nasional yang dimulai dari Ambon,” ucap Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Baca Juga  Tiga Operator Telekomunikasi Nasional Jalankan Inisiatif Telco API

Sementara itu, Wali Kota Ambon menyebut bahwa subsektor kuliner dan kriya juga menjadi daya tarik unik yang mampu memperkuat identitas budaya lokal dalam pasar kreatif global. Dukungan dari Kementerian Ekraf juga diharapkan bisa menunjukkan kekuatan dari identitas musik sebagai bagian subsektor unggulan. Potensi dari musik sudah dikembangkan melalui festival, studio rekaman, sekolah musik, hingga konten digital yang mempromosikan kekayaan musik tradisi dan modern.

“Kami bersyukur bahwa Ambon ditetapkan UNESCO sebagai kota kreatif berbasis musik. Dalam perkembangannya, Pemerintah Kota Ambon bersama dengan komunitas dan seluruh pemangku kepentingan berupaya untuk memenuhi standar-standar yang diberikan UNESCO agar terus mempertahankan status sebagai kota musik. Dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, ada dua program terkait dengan ekraf yaitu membangun ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung Ambon sebagai kota musik dan penguasaan peran generasi muda dalam industri kreatif,” ungkap Bodewin M. Wattimena.

Baca Juga  Formasi Drone Karya Anak Bangsa

Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga akan fokus mencari dukungan untuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia dalam ekosistem kreatifnya. Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu mengintegrasikan pendidikan musik ke dalam kurikulum sekolah.

“Kami tidak hanya melakukan upaya pengembangan infrastruktur atau sekadar kegiatan inkubasi untuk menghidupkan musik. Kami memasukkan musik sebagai kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah pertama yang berjalan sudah hampir 4 tahun. Selain mengedukasi anak-anak, ini sebagai upaya untuk membangun semangat atau daya juang kreatif sejak dini. Ini terbukti karena anak-anak usia 7-9 tahun bisa bermain musik dan bisa mengiringi orang untuk bernyanyi sehingga tercipta sebuah orkestra yang luar biasa,” tambah Wali Kota Ambon. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru