Tabanan, warnaberita.com – Pasca hasil uji laboratorium yang memastikan sampel otak anjing penggigit pendaki di Gunung Batukaru positif rabies, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan langsung mengambil langkah cepat dan strategis. Upaya ini dilakukan untuk menjamin keselamatan para korban serta mencegah penyebaran rabies di masyarakat.
Para pendaki yang menjadi korban gigitan telah ditetapkan untuk menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) lengkap sebanyak empat dosis. Pemantauan kondisi kesehatan dilakukan secara berkala guna mendeteksi dini kemungkinan munculnya gejala rabies. Proses vaksinasi lanjutan, yakni VAR II dan VAR III, dilakukan dengan menghubungi korban yang sebelumnya mendapat pelayanan di Puskesmas Pupuan I. Selanjutnya, mereka diarahkan melanjutkan vaksinasi ke puskesmas rabies center terdekat dengan membawa kartu kontrol VAR yang sudah diberikan.
Selain menangani korban, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Ketua Forum Perbekel Kabupaten Tabanan. Sosialisasi tentang tatalaksana penanganan gigitan hewan penular rabies digencarkan agar masyarakat memahami langkah yang benar ketika menghadapi situasi serupa.
Masyarakat diingatkan agar segera mendatangi puskesmas terdekat setelah mengalami gigitan anjing atau kucing, serta melakukan pencucian luka dengan benar sebelum mendapat vaksinasi. Koordinasi juga diperluas dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, hingga Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Tujuannya untuk melacak korban yang mungkin mendapatkan perawatan di luar Kabupaten Tabanan sekaligus memastikan ketersediaan VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) tetap terjamin.
Hingga kini, ketersediaan vaksin dan serum di Kabupaten Tabanan dinyatakan aman. Data mencatat, terdapat 2.765 vial/dosis VAR dan 30 vial SAR yang tersebar di puskesmas rabies center, RSUD Tabanan, dan RSUD Singasana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah cepat untuk menjamin keamanan masyarakat. “Kami pastikan semua korban gigitan anjing di Batukaru telah dan akan mendapatkan vaksinasi rabies sesuai prosedur, termasuk tindak lanjut hingga dosis lengkap. Pemantauan kesehatan korban terus kami lakukan secara ketat,” ujar Wira Andi pada Rabu (24/9/25).
Ia juga memastikan kesiapan logistik vaksin dalam kondisi terkendali. “Stok VAR dan SAR di Kabupaten Tabanan dalam keadaan aman dan mencukupi. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Jika ada kasus gigitan hewan penular rabies, segera lakukan pencucian luka yang benar dan datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi,” tegasnya.
Dengan langkah cepat ini, Pemkab Tabanan berharap potensi penyebaran rabies dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjamin.(*)
