Saturday, April 18, 2026
HomeBALIDenpasarPascabanjir, KLH dan Masyarakat Tanam Ribuan Pohon Pulihkan Ekosistem di Denpasar

Pascabanjir, KLH dan Masyarakat Tanam Ribuan Pohon Pulihkan Ekosistem di Denpasar

Denpasar, warnaberita.com – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat memulihkan ekosistem Bali pascabanjir dengan menggelar gerakan penghijauan di Kota Denpasar.

Program ini menjadi bagian penting strategi adaptasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan lingkungan di wilayah perkotaan.

“Penghijauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan respon konkret kita bersama untuk memperkuat daya lenting ekosistem pasca banjir. Pohon yang ditanam akan memperkuat struktur tanah, mengurangi limpasan air hujan, meningkatkan kapasitas infiltrasi, serta menjaga kualitas udara,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq pada Kamis (26/9/25).

Banjir yang melanda Bali beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ekosistem masih rentan terhadap perubahan iklim, deforestasi, dan tata ruang yang belum optimal. Karena itu, penghijauan dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi lingkungan sekaligus mencegah bencana serupa di masa depan.

Baca Juga  Koster Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Denpasar

Aksi penanaman dilakukan di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Denpasar. Sejak Mei 2023, kawasan seluas 6,664 hektare di Pura Dalem Mutering Jagat, Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur, dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan edukasi lingkungan oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali Nusra KLH/BPLH. Penetapan taman ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2012.

Sebagai bentuk komitmen, sebanyak 500 pohon produktif dan bernilai ekologis ditanam, antara lain mangga, majegau, rejasa, nagasari, nangka, dan cempaka. Pemilihan jenis pohon mempertimbangkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Satpol PP Denpasar Tertibkan 8 Gepeng Pengamen di Sejumlah Traffic Light

Menteri Hanif menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia pun mengajak generasi muda untuk aktif dalam gerakan menanam pohon.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi titik awal. Jangan berhenti di sini. Teruslah menanam, teruslah menanam, dan teruslah menanam,” ujarnya.

Menurut Hanif, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan lingkungan. “Penghijauan ini adalah simbol harapan. Harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih baik, sekaligus warisan ekologis yang akan dinikmati oleh generasi mendatang,” tutupnya.

Program penghijauan ini masuk dalam rangkaian pemulihan pasca bencana yang berorientasi pada pembangunan berketahanan iklim. Dengan pendekatan Ecosystem-Based Adaptation (EbA), diharapkan Kota Denpasar mampu meningkatkan daya dukung lingkungan sekaligus memperkuat fungsi ruang terbuka hijau dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.(*)

Baca Juga  Menteri Hanif Tegaskan Pentingnya Jaga Sungai di Bali
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru