Saturday, April 18, 2026
HomeBALIRayakan Tumpek Krulut, Art Centre Denpasar Dipadati Krama Bali, Gubernur Koster: Warisan...

Rayakan Tumpek Krulut, Art Centre Denpasar Dipadati Krama Bali, Gubernur Koster: Warisan Leluhur untuk Saling Mengasihi

Denpasar, warnaberita.com – Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Centre Denpasar, dipadati ribuan krama Bali saat Pemerintah Provinsi Bali menggelar konser perayaan Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (3/1/26). Perayaan hari kasih sayang berdasarkan dresta Bali ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi ruang temu masyarakat lintas generasi dalam semangat Tresna Asih.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Tumpek Krulut kali ini dimeriahkan oleh deretan penyanyi lokal Bali yang populer di kalangan masyarakat. Sejumlah musisi seperti Putri Bulan, Lebri Partami, Agus Veron, Bayu KW, Yong Sagita, Jun Bintang, Lolot, hingga Bagus Wirata tampil silih berganti, menyuguhkan lagu-lagu yang sarat makna cinta, persaudaraan, dan kebanggaan akan budaya Bali.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Dukung Wakil Bali di Ajang Pemilihan Putra Putri Pelajar Indonesia

Sejak sore hari, krama Bali telah memadati area Art Centre. Tempat duduk di Panggung Terbuka Ardha Candra terisi penuh, bahkan sebagian penonton rela berdiri demi menyaksikan perayaan Tumpek Krulut yang hanya digelar enam bulan sekali ini. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai kasih sayang dalam tradisi Bali masih hidup dan terus dirawat.

Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir bersama istri, Ny. Putri Koster, secara langsung menyampaikan ucapan kepada masyarakat. “Selamat merayakan Rahina Tumpek Krulut hari ini, hari raya kasih sayang Dresta Bali,” ucapnya.

Menurut Koster, Tumpek Krulut merupakan warisan adiluhung leluhur Bali yang sarat nilai filosofis. Hari suci ini mengajarkan masyarakat untuk menumbuhkan kasih sayang, saling menghormati, dan memperkuat hubungan antarsesama.

Baca Juga  Seniman Lukis Diminta Terus Ajegkan Gaya Lukisan Bali Asli

“Kita diberikan pengetahuan untuk saling menyayangi, saling mengasihi dan saling menghormati. Sebagai Krama Bali yang taat melaksanakan ajaran adiluhung leluhur Bali, mari kita laksanakan dengan baik agar Bali terus ajeg dengan karakter dan identitas budayanya yang unik dan unggul,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ny. Putri Koster mengajak seluruh krama Bali menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat persatuan.
“Untuk semeton sami, Rahajeng Tumpek Krulut. Mari kita tumbuhkan kasih sayang kita sebagai Nak Bali untuk saling mengasihi dan saling mencintai,” katanya. Ia berharap nilai Tresna Asih dapat terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari untuk bersama-sama membangun Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Eratnya Hubungan Bali-Jepang

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Gubernur Koster juga merayakan Tumpek Krulut bersama generasi muda Bali di sejumlah stan kuliner dan UMKM. Masyarakat diajak merayakan hari kasih sayang dresta Bali sambil menikmati sajian kuliner gratis, sebagai wujud berbagi dan kebersamaan.

Diketahui, Tumpek Krulut jatuh setiap Sabtu Kliwon Wuku Krulut. Kata “Krulut” berasal dari kata “lulut” yang bermakna cinta, kasih sayang, dan daya tarik yang kuat. Kerap disebut sebagai “Valentine versi Bali”, Tumpek Krulut kini menjadi simbol kearifan lokal dalam mempererat persaudaraan dan meneguhkan jati diri budaya Bali.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru