Sunday, April 26, 2026
HomeBALIRocky Gerung Singgung Kopi Arak, Ternyata Ini Alasannya

Rocky Gerung Singgung Kopi Arak, Ternyata Ini Alasannya

Denpasar, warnaberita.com – Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung memikat ribuan mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa 6 Januari 2026.

Narasi kopi arak diucapkan Rocky Gerung sebagai kata kunci menutup momen kuliah umum. Rocky memantik euforia tepuk tangan dan gemuruh suara mahasiswa.

Rocky hadir sebagai narasumber pada Kuliah Umum bertema Dialektika & Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence (AI). Kuliah dipandu langsung Rektor Unmas Prof. Dr. Sukawati Lanang Perbawa. Hadir sekaligus memberi sambutan, Gubernur Bali Wayan Koster.

Di akhir kuliah umum, Rocky membangun sebuah narasi bijak dengan kata kunci kopi arak, sebuah kearifan lokal Bali. Narasinya menyentuh dan penuh makna bagi masyarakat Bali. 

Baca Juga  Lebih dari 20 Juta Warga Sudah Ikuti CKG

“Saya diterima di Saraswati dengan cara semarak, walaupun hidup tidak pasti asal ada kopi arak, makasih,” kata Rocky Gerung disambut riuh.

Kopi arak Bali menjadi objek bukan tanpa alasan. Ternyata, sehari sebelum kuliah umum, Rocky Gerung singgah di kediaman Gubernur Bali Wayan Koster. Disana, ia menikmati kopi arak bersama sahabatnya, Wayan Koster.  Rocky menyampaikan sosok Koster merupakan kawan dalam pikiran dan perjuangannya selama ini.

“Gubernur Bali Wayan Koster sahabat saya di dalam berpikir dan berjuang,” ucap Rocky Gerung di Jaya Sabha, Senin  5 Januari 2026. 

Gubernur Koster jujur menyampaikan menjamu Rocky dengan minuman khas Bali arak Bali. Koster menyebut campuran kopi arak dengan takaran yang bagus alias cukup merupakan irish Coffee untuk mendukung kesehatan tetap prima. 

Baca Juga  KIPK untuk Penciptaan Lapangan Kerja Baru

“Kopi arak itu irish coffee jadi adik-adik (mahasiswa,red), jangan alergi. Itu Irish Coffee, kalau di Eropa kopi dengan whisky. Tapi dengan takaran yang bagus. Supaya sehat, nah itu manfaatnya luar biasa. Tidak perlu obat ini itu segala macam, itu saja sudah cukup. Sekaligus, kita mendorong perkembangan produk lokal Bali,” jelas Koster.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru