Penanganan sampah di Bali menjadi sorotan nasional setelah Presiden RI Prabowo Subianto menegur keras kondisi kebersihan Pulau Dewata yang dinilai memprihatinkan dan mengancam sektor pariwisata. Teguran itu mencuat usai temuan di Pantai Kuta pada Desember 2025 yang dipenuhi sampah kiriman.
Presiden menyoroti laporan bahwa banyak wisatawan, termasuk tokoh asing, merasa Bali sangat kotor. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghentikan kunjungan wisatawan, merusak citra destinasi kelas dunia, serta mengancam ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata.
Sebagai respons tegas, Presiden memerintahkan aksi nyata berupa gerakan “korve” atau kerja bakti massal yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga unsur BUMN. Ia juga menegaskan pemerintah pusat siap mengambil alih penanganan jika pe merintah daerah tidak bergerak cepat dan
konsisten.
Pemerintah pusat menempatkan penanganan sampah di Bali sebagai prioritas nasional demi menjaga keberlanjutan pariwisata. Instruksi tersebut langsung direspons jajaran pemerintah daerah di seluruh Bali dengan aksi bersih-bersih serentak. Sebab, teguran Presiden menjadi momentum konsolidasi
besar, bahwa kebersihan bukan sekadar citra, melainkan fondasi utama keberlanjutan pariwisata dan ekonomi masyarakat Bali.(*)
