PARAMESWARI merasa kurang percaya diri dengan penampilannya. Di usinya yang baru menginjak 36 tahun, rambut ubannya sudah hampir memenuhi kepala. Dia sejatinya berniat untuk membiarkan ubannya tumbuh, namun karena kondisi uban lebih kaku dan semakin mengurangi kepercayaan diri, dia akhirnya memilih mengecat ubannya secara berkala.
“Terus terang minder banget kalau keluar rumah, terpaksa ubannya sering saya cat. Bisa sebulan sekali saya cat, soalnya rambut saya tipe yang gampang panjang,” ungkap perempuan asal Denpasar itu.
Apakan ada di antara Anda yang mengalami masalah serupa?
Merawat uban memang memerlukan nutrisi intensif dan kelembapan ekstra karena uban cenderung lebih kering dan kaku. Agar uban terlihat sehat dan tak membuat minder, sejumlah perawatan memang harus dilakukan.
Sebagaimana dikutip dari Halodoc, merawat rambut uban bisa dimulai dengan menggunakan shampo khusus (purple shampoo), masker rambut (hair mask) berkeratin, pijat dengan minyak alami (kemiri/kelapa), hindari cat rambut kimia dan penuhi asupan antioksidan.
Berikut adalah tips lengkap merawat uban agar tetap sehat dan berkilau dari Halodoc
- Perawatan Rambut Beruban
Gunakan silver atau purple shampoo 2-3 kali seminggu untuk menetralkan warna kuning kusam dan membuat uban terlihat lebih cerah. Selanjutnya, gunakan masker rambut yang mengandung keratin atau argan oil untuk mengatasi tekstur uban yang kering dan kaku. Aplikasikan hair oil ringan seperti minyak zaitun atau minyak kemiri di ujung rambut agar tidak bercabang dan tetap lembap. Kurangi penggunaan hair dryer atau catokan suhu tinggi karena uban lebih rentan rusak akibat panas. - Perawatan Alami untuk Menutrisi Kulit Kepala
Mengaplikasikan campuran minyak kelapa dan jus lemon ke kulit kepala dua kali sehari untuk menjaga kesehatan akar rambut. Selain itu, bisa menggunakan masker daun kari atau minyak kemiri yang disangrai untuk membantu merawat rambut. Cara lainnya, oleskan air perasan bawang bombay ke kulit kepala, diamkan 30 menit, lalu keramas untuk menutrisi akar rambut. - Pencegahan Uban Dini (Nutrisi & Gaya Hidup)
Nah, agar uban tidak banyak tumbuh di usia muda, perlu memberikan nutrisi tambahan dari dalam seperti mengonsumsi makanan kaya vitamin B12, vitamin D, E, dan mineral tembaga. Makanan yang mengandung antioksidan tinggi seperti sayuran berdaun hijau, buah beri, dan biji wijen hitam untuk mencegah stres oksidatif pada folikel rambut juga sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut. Tak kalah penting adalah mengelola stres. Karena setres tinggi memicu uban lebih cepat muncul. - Cara Menutup Uban (Alternatif Cat Rambut)
Sebagai alternatif pengganti cat rambut, dapat menggunakan kopi atau teh hitam pekat. Caranya, kopi atau teh hitam pekat campurkan dengan kondisioner dan diamkan pada rambut selama 40-60 menit sebelum dibilas untuk menggelapkan uban secara alami. Gunakan henna atau produk pewarna rambut yang tidak mengandung amonia (aman untuk rambut kering).
Itu tadi tips mengatasi uban, namun jika uban muncul sangat cepat di usia muda, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada kekurangan vitamin atau masalah kesehatan tertentu. (*)
