JIKA pada umumnya kram terjadi pada bagian kaki atau perut, namun beberapa orang bisa mengalami kram di bagian tubuh lainnya seperti leher belakang. Kondisi ini biasanya terjadi begitu cepat dan tanpa disadari.
Seperti yang pernah dialami seorang warga Kota Denpasar, Sulasmi. Dia mengaku terbangun dari tidur saat tengah malam karena tiba-tiba leher belakangnya kram dan sakitnya menjalar ke belakang telinga.
“Saya tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba kaku luar biasa dan berlangsung cukup lama. Mungkin karena salah posisi tidur. Setekah saya olesi krim pereda nyeri, akhirnya ototnya mau melemas,” tuturnya.
Kondisi seperti yang dialami Sulasmi, bisa jadi banyak juga dirasakan orang lain.
Berdasarkan ulasan di alodokter.com, kram atau kaku leher belakang umumnya disebabkan oleh ketegangan otot akibat postur tubuh buruk (menunduk lama), posisi tidur salah, atau stres. Penanganan mandiri dapat dilakukan dengan kompres hangat/dingin, pijat ringan, peregangan leher, dan obat pereda nyeri (paracetamol).
Namun, jika nyeri menetap dan berlanjut sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Berikut Cara Mengatasi Kram Leher Belakang di Rumah:
Kompres: Gunakan kompres hangat atau mandi air hangat untuk melemaskan otot yang tegang.
Peregangan Ringan: Lakukan gerakan memutar leher secara perlahan, menunduk, mendongak, dan menengok ke kanan-kiri .
Pijat Lembut: Pijat area yang tegang untuk memperlancar sirkulasi darah.
Obat Pereda Nyeri:Â Minum paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis untuk meredakan nyeri.
Perbaiki Postur: Hindari menunduk terlalu lama saat menggunakan HP/laptop dan pastikan posisi tidur ergonomis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri jika kram leher disertai gejala:
Nyeri sangat parah dan tidak kunjung hilang, nyeri menjalar ke bahu atau lengan, lengan mati rasa, kesemutan, atau lemah, sakit kepala berat, demam, atau pusing. (*)
