Wednesday, April 22, 2026
HomeBALIGianyarBelum Dapat Pekerjaan? Kunjungi Job Fair Gianyar 2026. Event Ini Perluas...

Belum Dapat Pekerjaan? Kunjungi Job Fair Gianyar 2026. Event Ini Perluas Akses Kerja dan Kolaborasi Ketenagakerjaan


Gianyar,warnaberita.com-Belum juga dapat pekerjaan sampai sekarang? Coba deh ke event ini. Dalam rangka Pekan Budaya Gianyar sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gianyar ke-255 Tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Job Fair Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Gianyar pada 12 hingga 19 April 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan talkshow interaktif, panggung kreatif, serta sesi success story yang menghadirkan pelaku usaha lokal, Desak Ina dari Geprek D’Pojok, sebagai inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Talkshow Job Fair Gianyar 2026 secara resmi dibuka 

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, Ketut Lanang Sadia mewakili Bupati Gianyar. Dalam sambutannya, Lanang Sadia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses kesempatan kerja sekaligus memperkuat jejaring dan kemitraan pasar kerja. “Job Fair ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut Lanang Sadia menjelaskan bahwa dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, siap belajar, dan siap berkembang. Sementara para pencari kerja membutuhkan akses, informasi, dan juga kepercayaan diri. “Nah, tugas kita bersama adalah menjembatani itu semua. Selain ijazah, sikap dan kemampuan adaptasi juga penting untuk dimiliki para pencari kerja agar mampu bersaing,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Pimpin Korve di Pantai Munggu

Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor industri turut ambil bagian sebagai penyedia lowongan kerja baik dalam maupun luar negeri. Kegiatan tersebut juga melibatkan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Tenaga Kerja Mandiri (TKM), pelaku UMKM, serta masyarakat umum dan pencari kerja di Kabupaten Gianyar. Selain itu, kegiatan tersebut turut menghadirkan berbagai agenda penting, di antaranya penyerahan program CSR dari PT Mitra Prodin berupa pelatihan bahasa isyarat dan pengemasan produk ramah lingkungan bagi UMKM, penyerahan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris tenaga kerja rentan, penyerahan peraturan perusahaan, serta penandatanganan kerja sama pelatihan gratis selama satu tahun dengan LPK.

Baca Juga  Menkeu Bertemu EDS16 World Bank, Ini yang Dibahas

Tidak hanya itu, dilakukan pula penyerahan kontrak kerja bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai bentuk fasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara legal dan aman. Sekretaris Disnaker Pemerintah Kabupaten Gianyar, I Wayan Prayana berharap kegiatan tersebut mampu membuka peluang kerja yang lebih luas, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta mendorong terciptanya sistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan. “Dengan terselenggaranya Job Fair Gianyar 2026, kami berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Melalui talkshow yang mengangkat tema “Strategi Perluasan Jejaring dan Kemitraan Pasar Kerja”, Kadisnaker Kabupaten Gianyar 

Baca Juga  Green Cliff Bangkit, Jembrana Kembali Genjot Wisata Alam

I Gede Suardana Putra sebagai narasumber, menekankan pentingnya penguasaan hard skill dan soft skill yang seimbang, serta pemahaman terhadap perubahan lanskap ketenagakerjaan abad ke-21 yang dipengaruhi berbagai faktor global yang saling terkait.
Menurutnya, dinamika tersebut akan berdampak signifikan terhadap struktur pekerjaan dan jenis keterampilan yang dibutuhkan di berbagai sektor industri. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk revolusi industri berbasis otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI), dunia kerja dihadapkan pada tantangan yang menuntut kemampuan adaptasi dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

“Pendidikan vokasi tetap memiliki peran strategis, khususnya di sektor hospitality, yang mengedepankan pelayanan berbasis sentuhan manusia dan tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh mesin atau teknologi,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru