Bangli, warnaberita.com – Siapa bilang pesta besar harus pakai dana pemerintah? Di Bangli, perayaan ulang tahun daerah justru makin semarak tanpa mengandalkan APBD. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-822 Kota Bangli tahun ini tampil berbeda dan mencuri perhatian.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati I Wayan Diar, seluruh rangkaian kegiatan digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Alih-alih mengandalkan anggaran pemerintah, perayaan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Bangli pada Minggu (10/5/26) ini justru mengedepankan semangat gotong royong. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas hingga pelaku usaha lokal, berpartisipasi melalui sumbangan sukarela demi menyukseskan acara.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi untuk menekan kegiatan seremonial yang berpotensi membebani keuangan daerah. Seluruh kegiatan, mulai dari lomba hingga hiburan, dirancang sederhana namun tetap meriah tanpa membebani APBD.
“Kita ingin melihat bagaimana semangat juang dan rasa memiliki masyarakat terhadap Bangli. Terbukti, hari ini Bangli bisa sejajar dengan kabupaten/kota lainnya, bahkan melompat lebih tinggi sesuai harapan kita bersama,” ungkapnya.
Tak hanya efisien dari sisi anggaran, perayaan HUT Bangli juga menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal. Pemerintah daerah memilih untuk tidak mendatangkan artis nasional dan sepenuhnya memberdayakan talenta dari Pulau Bali. Keputusan ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi acara.
Beragam kegiatan turut memeriahkan perayaan ini, di antaranya Parade PAUD, Lomba Busana Dekranasda, Pameran Ogoh-ogoh Mini, hingga Lomba Gong Kebyar untuk kategori anak, dewasa, dan wanita. Penampilan musik band lokal Bali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Rangkaian acara HUT ke-822 Kota Bangli akan terus berlangsung hingga puncak penutupan pada 17 Mei mendatang. Pemerintah Kabupaten Bangli berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun dalam perayaan ini dapat menjadi fondasi kuat untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.(*)
