Badung, warnaberita.com – Semangat demokrasi digaungkan dari tengah alam Sangeh. Puluhan pramuka muda Badung digembleng menjadi generasi pemilih cerdas yang siap mengawal masa depan bangsa.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Badung menyelenggarakan Youth Democracy Camp pada Sabtu dan Minggu, 20–21 Juni 2026, di Pondok Jaka, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal. Mengangkat tema “Pramuka Badung Berkarakter: Menuju Generasi Muda yang Demokratis, Cerdas, dan Berintegritas,” kegiatan ini diikuti 60 peserta perwakilan Kwartir Ranting se-Kabupaten Badung.
Kegiatan dua hari ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran demokrasi, tetapi juga momentum penguatan karakter generasi muda. Acara turut dihadiri Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, jajaran KPU Kabupaten Badung, Ketua dan pengurus Kwarcab Badung, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Sekretariat KPU Badung.
Ketua KPU Kabupaten Badung I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra menegaskan bahwa pramuka merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan inovasi dalam dunia kepemiluan.
“Pramuka adalah tempat anak muda berkarya, dan dari sanalah terobosan-terobosan baru terkait kepemiluan bisa lahir. Itu sebabnya kami menggagas Youth Democracy Camp ini, untuk menampung potensi tersebut,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan yang menilai pendekatan kepemudaan menjadi langkah efektif dalam edukasi demokrasi. Ia menekankan nilai penting kepramukaan dalam membentuk karakter bangsa.
“Pramuka mengajarkan kemandirian, disiplin, dan integritas. Saya yakin adik-adik pramuka, dengan bekal pendidikan kepramukaan ini, mampu mengawal demokrasi ke depan, baik sebagai penyelenggara pemilu maupun sebagai pemimpin bangsa,” katanya.
Ketua Kwarcab Kabupaten Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam membekali generasi muda dengan pemahaman politik sejak dini.
“Pada 2029, adik-adik yang rata-rata berusia 16 sampai 17 tahun ini akan menjadi pemilih pemula dan pelaku politik. Mereka perlu pembekalan dan pendalaman ilmu politik agar menjadi pemilih cerdas, sebab pemilih yang tidak memahami makna demokrasi sejatinya adalah pemilih yang kosong,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahaya sikap apatis di kalangan generasi muda. “Kalau generasi muda apatis, skeptis, dan alergi pada hak berdemokrasi, kita gagal bernegara. Semua kebijakan dan tatanan kehidupan, termasuk harga kebutuhan pokok, lahir dari keputusan politik,” tegasnya.
Sebagai puncak kegiatan, KPU dan Kwarcab Badung menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta mendeklarasikan komitmen bersama bertajuk “Pramuka Pelopor Pemilih Cerdas.” Momen ini diperkuat dengan penyematan pin “Pemilih Cerdas” kepada peserta sebagai simbol komitmen.
Berbagai kegiatan interaktif turut meramaikan camp ini, mulai dari apel regu, yel-yel kepemiluan, lomba pionering tempat pemungutan suara (TPS), hingga sesi “Ngerujak Pedas” atau Ngerumpi Mengajak Pemilih Cerdas. Pendekatan kreatif ini diharapkan mampu menanamkan nilai demokrasi secara membumi di kalangan generasi muda Badung.
Melalui Youth Democracy Camp, KPU dan Kwarcab Badung menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan aktif dalam kehidupan demokrasi.(*)

