Saturday, July 4, 2026
spot_img
HomeBALIBadungSanggama Rohani Guncang Ardha Candra

Kisah Kebo Iwa dan Tipat Bantal Memukau PKB 2026

Sanggama Rohani Guncang Ardha Candra

Denpasar, warnaberita.com – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton membahana di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, saat Sanggar Seni Tugek Carangsari tampil memukau dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Jumat (3/7/2026). Duta Kabupaten Badung ini sukses menghadirkan garapan kolosal bertajuk “Sanggama Rohani” yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan estetika panggung dalam satu kesatuan utuh.

Mengangkat kisah perjalanan Patih Kebo Iwa, pertunjukan ini membawa penonton menyelami cerita ketika Raja Bumi Banten mengutus Kebo Iwa untuk merestorasi Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanan bersama empat pengabih, Kebo Iwa mendapati masyarakat setempat tengah dilanda wabah penyakit yang mengancam kehidupan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Penegakan Hukum Sampah di Badung

Situasi tersebut menjadi titik balik cerita. Kebo Iwa kemudian melakukan meditasi di Pura Sada hingga memperoleh pawisik atau petunjuk spiritual. Dari petunjuk tersebut, masyarakat diarahkan untuk melaksanakan ritual penyucian roh yang kemudian diwujudkan melalui Tradisi Tipat Bantal. Tradisi ini hingga kini tetap lestari dan dilaksanakan setiap Sasih Purnama Kapat sebagai simbol penyucian serta keharmonisan kehidupan.

Garapan kolosal ini tampil megah dengan perpaduan tari, dramatari, tabuh tradisional, hingga tata artistik yang memukau. Nuansa sakral terasa kuat, namun tetap dikemas spektakuler sehingga mampu menghipnotis penonton sepanjang pertunjukan. Tidak sekadar menjadi tontonan, “Sanggama Rohani” juga menghadirkan nilai edukasi tentang kekayaan budaya dan tradisi Kabupaten Badung.

Baca Juga  Terpeleset di Bendungan Panglan, Pemuda Asal Malang Ditemukan Meninggal Dunia

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengungkapkan bahwa penampilan tahun ini terasa sangat spesial karena mengangkat tradisi yang masih hidup di Desa Adat Kapal.

“Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan sebuah tradisi tentang Siat Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat pada kesempatan kali ini bersama sekitar 150 peserta,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan tema tersebut menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya Badung kepada masyarakat luas melalui panggung PKB yang bergengsi.

Lebih jauh dijelaskan, Tipat Bantal memiliki makna filosofis mendalam sebagai simbol pertemuan purusa dan pradana, atau laki-laki dan perempuan, yang melahirkan kehidupan baru.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Hadirkan Layanan Harmoni Ramadan dan Nyepi bagi Penumpang

“Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan juga mampu melahirkan karya-karya baru yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi Bali,” jelasnya.

Melalui “Sanggama Rohani”, Sanggar Seni Tugek Carangsari tidak hanya menyuguhkan pertunjukan artistik yang memukau, tetapi juga mengajak masyarakat memahami nilai spiritual, filosofi kehidupan, serta pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai identitas budaya Bali yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru