Tuesday, July 21, 2026
HomeBERITA TERKINIBegini Cara Undiksha Dukung Transformasi Digital Desa Wisata Penglipuran

Begini Cara Undiksha Dukung Transformasi Digital Desa Wisata Penglipuran

Singaraja,Warnaberita.com– Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya terbaik di Indonesia. Keunikan tata ruang desa, arsitektur tradisional yang tetap terjaga, serta kuatnya komitmen masyarakat dalam melestarikan adat menjadikan Penglipuran sebagai tujuan wisata edukatif. Seiring perkembangan teknologi, Penglipuran terus berupaya mengembangkan pengelolaan destinasi yang inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
Mendukung upaya tersebut, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan konsep Smart Sustainable Edutourism berbasis Augmented Reality (AR). Inovasi yang tengah dimatangkan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang lebih interaktif sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari Program Bestari Saintek yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Saat ini, tim peneliti Undiksha memasuki tahap penyempurnaan sistem sebelum implementasi dan uji coba di lapangan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, tim peneliti telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Validasi Produk Penelitian di Kampus Undiksha, Singaraja. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Dinas Pariwisata, pengelola Desa Wisata Penglipuran, Ketua Sekaa Teruna Teruni (Yowana) Desa Penglipuran, serta tim peneliti untuk memberikan masukan terhadap pengembangan sistem.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, Senin (20/7/2026) menjelaskan teknologi AR dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman wisata melalui penyajian informasi digital yang terintegrasi dengan objek nyata. Wisatawan nantinya cukup memindai QR Code atau mengakses titik lokasi tertentu melalui smartphone untuk memperoleh informasi dalam bentuk model tiga dimensi (3D), animasi, narasi sejarah, audio, video, hingga penjelasan mengenai budaya dan kearifan lokal yang melekat pada setiap objek wisata.
“Melalui teknologi ini, wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif mengenai sejarah, arsitektur tradisional, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang hidup di Desa Penglipuran. Kami ingin menghadirkan model pengelolaan destinasi yang mampu mengintegrasikan inovasi digital dengan pelestarian budaya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menghadirkan pengalaman edukatif, sistem yang dikembangkan juga dilengkapi berbagai fitur pendukung. Anggota tim peneliti, I Wayan Pardi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan platform tersebut mencakup QR Marker pada objek budaya, dashboard monitoring kepadatan wisatawan, peta wisata interaktif, katalog digital UMKM berbasis narasi budaya, hingga media edukasi digital yang mendukung interpretasi destinasi.
“Seluruh fitur dirancang untuk mendukung pengelolaan destinasi yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada wisatawan,” jelasnya.
General Manager Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa saat FGD menyambut positif inovasi yang dikembangkan Undiksha. Menurutnya, konsep Smart Sustainable Edutourism sejalan dengan arah pengembangan Desa Wisata Penglipuran yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian budaya.
“Sistem ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus membantu pengelola dalam mengambil keputusan berbasis data. Kami berharap implementasinya dapat semakin memperkuat daya saing Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia,” ungkapnya. (*)

Baca Juga  Wamendiktisaintek Tegaskan Perguruan Tinggi Harus Berdampak
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru