Tuesday, July 21, 2026
HomeBALIDenpasarBupati Badung Dorong Water Taxi dan Infrastruktur Baru Atasi Macet

Rakor Tingkat Menteri di Bali

Bupati Badung Dorong Water Taxi dan Infrastruktur Baru Atasi Macet

Denpasar, warnaberita.com – Percepatan pembangunan Bali kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026). Dalam forum strategis ini, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk membahas arah pengembangan wilayah Pulau Dewata yang lebih berkelanjutan.

Rakor tersebut dihadiri sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Bali Dewa Made Indra, serta para kepala daerah se-Bali. Fokus utama pembahasan meliputi percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pariwisata, serta penataan lingkungan yang berimbang.

Dalam arahannya, Menko Infrastruktur AHY menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian alam Bali. Ia mengingatkan agar pengembangan destinasi tidak terpusat di satu wilayah saja, sehingga daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Baca Juga  Perkuat Persatuan Lewat Nilai Tat Twam Asi

“Tentu bicara konektivitas ini meliputi banyak hal seperti kemacetan, yang sering juga akhirnya menjadi isu viral. Dan kita tidak boleh menunggu viral baru melakukan aksi. Kita harus menyiapkan berbagai alternatif solusi terkait koridor konektivitas yang reguler, terutama di wilayah Selatan. Karena sering sekali kemacetan terjadi, terutama pada saat high season, masa Nataru, dan libur sekolah. Kemudian antar kabupaten, kota, antar wilayah juga belum optimal benar. Ini harus kita perkuat. Kita pastikan infrastruktur yang memiliki daya tahan dan juga berkelanjutan bisa membuka peluang ekonomi baru dan sekaligus memastikan tidak ada yang dikorbankan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut positif rakor ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa Badung membutuhkan terobosan infrastruktur untuk menjaga daya saing pariwisata, terutama di tengah meningkatnya tekanan kemacetan di Bali Selatan.

Baca Juga  Pimpin Rakor ASPER PSBS, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Wajib Pilah Sampah Mulai April 2026

Salah satu solusi yang diusulkan adalah pengembangan transportasi alternatif berupa water taxi, khususnya untuk mengurai kepadatan menuju kawasan Canggu yang kini menjadi salah satu titik kemacetan utama.

“Ada beberapa titik lokasi yang memang ternyata ini yang menjadi akses kemacetan selama ini di Bali, contoh akses kita menuju Canggu, malahan kami dengan water taxi yang disampaikan tadi Pak Ditjen tadi, salah satu alternatif transportasi untuk mengatasi ketika kemacetan di Canggu, saya kira ini memang menjadi satu hal yang urgent sekali, sehingga itu akan menjadi satu trust buat kita, pariwisata kita,” ujar Adi Arnawa.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi langkah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dalam pembangunan penahan gelombang (breakwater) di Pantai Kuta. Ia mengusulkan agar proyek tersebut dilanjutkan hingga wilayah Canggu guna melindungi garis pantai sekaligus menunjang kawasan wisata.

Baca Juga  Bali Jadi Contoh Percepatan Pemilahan Sampah

Tak hanya itu, Badung juga mengajukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto Barat hingga Canggu. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama wisatawan dan masyarakat.

“Karena kelihatannya kalau itu tidak kita lakukan, ini akan menambah macet. Nah, kami berharap untuk upaya ini, kalau bisa, pemerintah pusat ikut membantu. Karena bagaimanapun juga, ini salah satu menjadi biang kemacetan kami di Badung. Dan jujur, masalah kemacetan di Bali ini kan ada di Badung dan di Denpasar,” jelasnya.

Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta menjaga keberlanjutan pariwisata Bali di masa depan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru