Gianyar, warnaberita.com – Bali United FC kembali menunjukkan tajinya dalam pembinaan sepak bola usia muda. Serdadu Tridatu Muda sukses mengawinkan gelar juara Piala Soeratin Regional Bali 2026 melalui tim U13 dan U15.
Dua trofi tersebut sekaligus memastikan Bali United mengirim dua wakil ke Putaran Nasional Piala Soeratin 2026. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi pembinaan Bali United Academy yang terus melahirkan talenta-talenta muda untuk masa depan klub.
Piala Soeratin Regional Bali 2026 mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U13, U15 dan U17. Kompetisi dimulai sejak 16 Agustus lalu. Untuk U13 dan U15, fase grup digelar di Bali United Training Center, Gianyar, sedangkan kategori U17 berlangsung di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.
Memasuki fase akhir, seluruh pertandingan hingga grand final dipusatkan di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
Bali United yang tampil di seluruh kelompok usia akhirnya berjaya di dua kategori. Tim U13 lebih dulu memastikan gelar setelah menundukkan Perseden Denpasar dengan skor 3-0, Selasa (8/9).
Dua gol I Putu Akshata Putra Ariendra serta satu gol Adriell Cirrillo Meshach membawa Bali United U13 ke podium tertinggi. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan tim besutan Gede Frandika Dharma ke Putaran Nasional Piala Soeratin 2026.
Coach Frandika mengapresiasi kerja keras pemain, dukungan manajemen, serta peran orang tua yang ikut menopang perjalanan tim sepanjang kompetisi.
“Kami bersyukur atas hasil ini karena persiapan dan dukungan dari manajemen dan orang tua para pemain Bali United Academy. Sehingga ketika persiapan yang berlangsung dengan baik, maka hasilnya juga akan baik,” ujar Frandika.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari program pembinaan Bali United Academy yang berjalan searah dengan pola latihan tim utama. Keselarasan program tersebut membuat perkembangan pemain lebih terarah sejak usia dini.
U15 Bangkit dari Ketertinggalan
Sehari berselang, giliran Bali United U15 yang memastikan gelar juara. Menghadapi lawan yang sama, Perseden Denpasar, dalam partai final di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Rabu (9/9) sore, Bali United sempat dibuat terkejut.
Perseden langsung mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan dua menit melalui tendangan bebas Ahmad Reza Fahlevi. Bali United tertinggal 0-1.
Namun, gol cepat tersebut justru menjadi pemantik kebangkitan Serdadu Tridatu Muda. Made Adi “Binter” Wirahadi melakukan perubahan skema dengan memasukkan pemain dari bangku cadangan.
Hasilnya langsung terasa. Bali United berbalik menguasai pertandingan dan mencetak empat gol untuk mengunci kemenangan 4-1.
Nathan Arya Sasmita menyamakan kedudukan pada menit ke-16. Enam menit kemudian, pemain pengganti Noa Adithya Denis membawa Bali United berbalik unggul.
Zidane Al Faridzi kemudian memperlebar keunggulan pada menit ke-34. Pesta juara Bali United U15 disempurnakan I Nengah Arif Suryawan pada tiga menit awal babak kedua.
Coach Wirahadi menyebut mental juara menjadi faktor penting di balik comeback tersebut.
“Saya bangga dengan perjuangan anak-anak yang memiliki mental juara, bahkan dari dua tahun terakhir. Dari mereka juga ada yang terpilih untuk promosi bermain di Elite Pro Academy (EPA),” ungkapnya.
Menurutnya, mental tersebut menjadi modal penting ketika tim berada dalam situasi sulit.
“Mental itu yang menjadi modal ketika mereka tertinggal, tetap bisa fokus agar bisa mengembalikan keadaan dan juara,” imbuh Wirahadi.
Dengan keberhasilan U13 dan U15 menjadi juara Regional Bali, kedua tim kini mendapat tantangan berikutnya di Putaran Nasional Piala Soeratin 2026.
Dalam dua edisi sebelumnya, Bali United juga kerap menjadi wakil Bali di tingkat nasional setelah berhasil menjadi juara regional. Namun, perjalanan mereka belum mampu menembus lebih jauh dari fase knock out.
Tahun ini, tantangan kembali terbuka. Bali United berharap dua kelompok usia tersebut tidak sekadar menjadi wakil Bali, tetapi mampu melangkah lebih jauh dan memperbaiki pencapaian di tingkat nasional.
Sementara itu, Bali United U17 harus terhenti di fase grup. Sejumlah pemain kelompok usia tersebut memang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim 2026/27. (*)
