Semarang, warnaberita.com – Bali United harus pulang tanpa poin setelah takluk 2-3 dari Java United dalam laga pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (16/10/2026).
Duel sengit ini berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir, diwarnai gol penentu pada masa injury time dan kartu merah Kadek Arel setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR).
Kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan bagi skuad Serdadu Tridatu. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menilai timnya sebenarnya mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, kurangnya efektivitas dalam penyelesaian akhir serta kesalahan krusial membuat Bali United gagal membawa pulang hasil positif.
Java United membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui Riyan Ardiansyah yang memaksimalkan umpan Kei Hirose. Bali United berusaha merespons, tetapi sejumlah peluang belum mampu mengubah keadaan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Teppei Yachida menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-59 lewat kombinasi serangan bersama Queven Da Silva. Pertandingan semakin terbuka setelah gol penyama kedudukan tersebut.
Java United kembali memimpin pada menit ke-77 melalui Gustavo Almeida yang menuntaskan umpan datar Ciro Alves. Drama mencapai puncaknya pada masa injury time ketika Kadek Arel menerima kartu merah pada menit ke-90+5 setelah insiden dengan Gustavo Almeida, menyusul pemeriksaan VAR.
Situasi itu membuat Bali United harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keunggulan Java United semakin kokoh ketika Kei Hirose mencetak gol ketiga pada menit ke-90+8 melalui umpan Ciro.
Bali United sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 lewat Jens Raven satu menit kemudian.
Namun, gol tersebut tak cukup menyelamatkan Serdadu Tridatu dari kekalahan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Java United tetap mempertahankan keunggulan dan mengamankan kemenangan dramatis di hadapan pendukungnya.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Johnny Jansen mengungkapkan bahwa Bali United sebenarnya mampu menguasai bola dan menghasilkan sejumlah peluang, meskipun belum semuanya berbahaya.
“Secara permainan kami mengontrol laga, punya banyak bola, dan menciptakan peluang, meski bukan peluang yang besar,” ujarnya.
Ia juga menilai kartu merah Kadek Arel semakin menyulitkan tim dalam upaya mengejar ketertinggalan pada penghujung pertandingan.
Johnny turut memberikan apresiasi terhadap penampilan Marco yang baru bergabung setelah pramusim berakhir. Menurutnya, pemain tersebut mampu memberikan kontribusi positif meski baru tampil sekitar 60–70 menit.
Sementara itu, Pemain Bali United Marko Dugandzic mengakui kekecewaannya atas hasil akhir dan menegaskan tim harus belajar dari kesalahan, terutama ketika Java United mencetak gol ketiga.
“Gol ketiga seharusnya tidak boleh terjadi karena saat skor 2-1 kami masih punya peluang untuk bangkit. Kami harus belajar dari hasil ini dan tampil lebih baik ke depannya,” tegasnya. (*)
