Denpasar, warnaberita.com – Bali United U-15 mendapat suntikan dukungan setelah menuntaskan perjuangan sebagai runner-up Piala Soeratin U-15 Nasional 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan apresiasi pembinaan sebesar Rp100 juta bagi Serdadu Tridatu Muda sekaligus meminta manajemen memperkuat program latihan dan kompetisi untuk 2027.
Dukungan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi manajemen, pelatih, dan pemain Bali United U-15 di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (26/10). Koster mengapresiasi perjuangan tim yang mampu menembus partai final di tengah persaingan tim-tim muda dari berbagai daerah di Indonesia.
“Selamat ya, sudah juara dua nasional. Apresiasi akan saya berikan untuk perjuangan adik-adik. Saya titip lewat Bapak Manajer Rp100 juta,” ujar Koster.
Bagi Koster, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar kebanggaan sesaat. Ia mendorong Bali United memperkuat pembinaan secara terencana agar para pemain muda memiliki kesempatan berkembang dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara.
Koster pun meminta manajemen menyiapkan program latihan dan agenda kompetisi sepanjang 2027 sejak awal. Dengan perencanaan yang matang, kebutuhan tim dapat dipetakan sehingga dukungan pembinaan bisa diarahkan secara lebih optimal.
“Nanti buatkan program latihan, kegiatan kompetisi untuk 2027, berikan kepada saya untuk saya bisa bantu. Agar dari awal saya bisa terlibat, agar lebih baik dalam perencanaan,” katanya.
Bali United U-15 di bawah asuhan I Made Adi “Binter” Wirahadi menunjukkan persaingan yang kuat sepanjang Piala Soeratin U-15 Nasional 2026. Dari 18 tim peserta, Serdadu Tridatu Muda berhasil melewati fase persaingan hingga menembus semifinal.
Pada babak empat besar, Bali United U-15 menaklukkan PS Freeport Indonesia, wakil Papua Tengah, untuk mengamankan tiket ke partai puncak. Namun, langkah menuju gelar juara terhenti setelah menghadapi Persib Bandung di final.
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan PSSI, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (23/10), berakhir dengan kekalahan Bali United U-15 0-3. Hasil tersebut memastikan tim muda asal Bali itu menempati posisi kedua nasional.
Meski gagal mengangkat trofi juara, perjalanan hingga final menjadi pengalaman penting bagi para pemain. Persaingan di tingkat nasional memberi kesempatan bagi tim untuk mengukur kemampuan, mengasah mental bertanding, dan mengevaluasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.
Apresiasi Rp100 juta yang disiapkan Koster diharapkan menjadi dorongan bagi pembinaan berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi peningkatan kualitas permainan, konsistensi prestasi, dan kesiapan menghadapi kompetisi usia muda pada 2027.
Bagi Bali United U-15, status runner-up bukanlah garis akhir. Dengan pembinaan yang lebih terarah dan agenda kompetisi yang terencana, Serdadu Tridatu Muda diharapkan kembali bersaing di level nasional dengan target yang lebih tinggi. (*)
