Tuesday, September 1, 2026
HomeBALITabananBungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Bidik Potensi Madu hingga Surfing Lalanglinggah

Bungan Desa ke-64, Bupati Sanjaya Bidik Potensi Madu hingga Surfing Lalanglinggah

Tabanan, warnaberita.com – Potensi madu lebah klanceng hingga gelombang Pantai Pengasahan menjadi perhatian Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menjalankan Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64 di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Selasa (1/9/2026).

Kehadiran Bupati Sanjaya bersama jajaran pemerintah daerah tidak sekadar menjadi agenda kunjungan. Program tersebut menjadi ruang untuk melihat langsung potensi ekonomi, menyerap aspirasi warga, sekaligus memastikan persoalan di tingkat desa mendapat tindak lanjut pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya mengawali kegiatan dengan mendatangi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Ia berdialog dengan petani sekaligus ikut memanen madu lebah klanceng.

Bupati Sanjaya mengapresiasi ketekunan kelompok tani yang mengembangkan madu, sekaligus menyoroti berbagai tantangan dalam menghasilkan produk berkualitas. Faktor cuaca, kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber makanan bagi lebah menjadi sejumlah kendala yang harus diperhatikan.

“Untuk menghasilkan satu botol madu, tantangannya luar biasa dan tidak mudah. Karena itu saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang ada di sini. Pemerintah daerah akan terus mendukung, termasuk melihat kemungkinan pengembangan bibit bunga yang menjadi sumber makanan lebah,” ungkapnya.

Ia kemudian mengarahkan BRIDA, Dinas Pertanian dan perangkat daerah terkait untuk melakukan riset serta pendampingan. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menjadikan kawasan itu sebagai sentra madu yang terintegrasi dengan potensi kampung buah.

Dari kawasan pertanian, rombongan Bungan Desa bergerak menuju Pantai Pengasahan di Banjar Dinas Pengasahan. Di lokasi tersebut, Bupati Sanjaya berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita mengenai pengembangan potensi wisata pantai.

Pantai Pengasahan selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi surfing yang diminati wisatawan mancanegara. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila dikelola secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter masyarakat setempat.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Penuh Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali, Tabanan Jadi Titik Awal 2026

Bupati Sanjaya juga memantau infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana di wilayah Selabih.

Setelah meninjau sejumlah potensi, Bupati Sanjaya bertemu langsung dengan masyarakat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan empat paket bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting serta membuka dialog bersama warga.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga membawa berbagai pelayanan langsung ke desa, mulai dari layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, Posyandu, pelayanan kesehatan reguler, pendataan dan sosialisasi perizinan, pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik, pelayanan administrasi kependudukan, hingga pelayanan gratis bagi pelaku usaha dan UMKM.

Di hadapan masyarakat, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Bungan Desa menjadi inovasi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini Bupati Ngantor di Desa yang ke-64. Setelah sebelumnya kita mulai dari Desa Mundeh, Mundeh Kangin, Mundeh Kauh dan Selabih, mulai bulan September ini akan segera saya tuntaskan di seluruh desa,” tegasnya.

Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjalankan pembangunan secara menyeluruh, bertahap, terpadu dan terencana.

Pembangunan itu diarahkan untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), dengan menekankan lima program prioritas.

Bupati Sanjaya menilai Lalanglinggah memiliki modal besar untuk berkembang. Desa ini mempunyai karakter wilayah nyegara gunung dan 10 subak yang terdiri atas tiga subak basah serta tujuh subak abian. Kekayaan alam dan budaya tersebut dinilai dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Purnama Sasih Karo, Bupati Sanjaya Pimpin Persembahyangan di Batukaru

“Kalau lima program ini kita jalankan dengan sungguh-sungguh, dari hulu sampai hilir, secara holistik dengan semangat menyama braya dan gotong royong, saya yakin Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani serta sejahtera bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga mendorong agar setiap desa mampu mengembangkan potensi unggulannya. Pengembangan madu menjadi salah satu contoh yang mendapat perhatian melalui penguatan Perusda sebagai holding untuk merekam sekaligus mengembangkan produk unggulan UMKM desa.

“Kita harus melihat apa yang menjadi potensi masing-masing desa, kemudian kita koordinasikan. Tiga wilayah Selemadeg dan Pupuan juga kita arahkan menjadi sentra kampung buah. Kalau potensi pertanian, peternakan dan hortikultura ini bisa kita tangkap untuk kebutuhan B2B, maka masyarakat akan ikut terdampak secara ekonomi,” terangnya.

Selain ekonomi, Bupati Sanjaya menaruh perhatian terhadap infrastruktur yang menjadi salah satu aspirasi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan jalan dan jembatan, tetapi juga sekolah, lapangan, bale banjar, pura hingga pelinggih.

“Program kabupaten kita kolaborasikan dengan program desa. Kuncinya adalah menjaga dan membangun keharmonisan, karena pembangunan harus saling bersinergi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya.

Potensi surfing Lalanglinggah juga menjadi perhatian khusus. Bupati Sanjaya menyebut setiap November terdapat event surfing internasional dengan tiga kategori yang dapat dimanfaatkan sebagai momentum promosi desa.

Ia mendorong agar agenda tersebut dapat dikolaborasikan dengan rangkaian HUT Kota Tabanan sehingga promosi kawasan semakin luas. Namun, pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan keamanan, kenyamanan, keramahan dan stabilitas desa.

Baca Juga  Tanah Lot Art and Food Festival VII Angkat Budaya dan Pariwisata Tabanan

Bupati Sanjaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan persoalan lingkungan. Ia mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memanfaatkan teba tradisional untuk sampah organik dan TPS3R untuk sampah plastik.

“Kita bukan hanya memerangi sampah, tetapi juga memerangi perilaku. Sampah adalah milik kita masing-masing. Mari kita pilah dari sumbernya dan selesaikan bersama-sama melalui kolaborasi,” pesannya.

Ia menegaskan keberhasilan Bungan Desa tidak cukup diukur dari terlaksananya kunjungan. Pemerintah harus memastikan setiap potensi dan aspirasi yang ditemukan di lapangan mendapat tindak lanjut.

“Apa pun yang kita lakukan harus punya nilai terdampak. Saya harap kunjungan Bupati ke Lalanglinggah ini benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Kita buka ruang kolaborasi, kita turunkan OPD terkait dan kita kerjakan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Sanjaya, Wakil Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah.

Ia menjelaskan Desa Lalanglinggah memiliki luas sekitar 1.600 hektare dengan jumlah penduduk 3.892 jiwa. Wilayah tersebut terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat. Masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta dan pariwisata.

“Kami ingin bergandengan tangan bersama-sama. Bapak Bupati sudah melihat langsung potensi kelompok tani dan pariwisata kami. Mari kita menjadi anak yang baik, jujur dan setia, sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat kita capai. Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya surfing dan pariwisata,” ujarnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular