Wednesday, September 16, 2026
HomeBALIBadungBunda Anti Narkoba Badung Ajak Pelajar Bali Kiddy School Perkuat Benteng Diri...

Bunda Anti Narkoba Badung Ajak Pelajar Bali Kiddy School Perkuat Benteng Diri dari Narkoba

Badung, warnaberita.com – Ancaman narkoba tidak selalu datang dari tempat yang jauh. Lingkungan pergaulan, tekanan teman sebaya hingga persoalan keluarga bisa menjadi celah yang membuat remaja rentan terjerumus. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak bangku sekolah.

Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi interaktif Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar di SMP Bali Kiddy School, Jalan Teuku Umar Barat, Rabu (16/9/2026).

Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, memimpin langsung kegiatan yang menyasar para pelajar tersebut. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari narkoba atau Bersinar.

Baca Juga  Gubernur Koster Pertegas Komitmen Pemprov Bali Tangani Sampah

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Badung, serta Kepala SMP Bali Kiddy School.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat sinergi pemerintah dan institusi pendidikan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Pendekatan edukasi dinilai penting agar pelajar tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga mampu mengenali berbagai faktor yang dapat mendorong seseorang mencoba zat terlarang.

Di hadapan para siswa, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengajak pelajar mengambil peran sebagai agen perubahan. Ia menekankan pentingnya membangun ketahanan diri sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

“Bunda hadir di sini, di sekolah adik-adik Bali Kiddy, ingin bersama-sama membangun sekolah yang sehat, aman, dan nyaman,” ucapnya mengedukasi para siswa.

Baca Juga  Generasi Muda Diajak Terapkan Teknologi Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para pelajar mendapat kesempatan membahas sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti tekanan dari teman sebaya atau peer pressure, pengaruh pergaulan, kondisi keluarga, hingga persoalan psikologis.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bullying dan stres akademik. Dua persoalan tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja dan perlu mendapat perhatian dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Rasniathi juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan narkoba sebagai jalan keluar ketika menghadapi persoalan. Menurutnya, narkoba justru dapat membawa dampak serius terhadap masa depan.

“Ingatlah, narkoba bukan solusi pelarian, melainkan pintu kehancuran masa depan. Narkoba membuat kecanduan dan kerusakan yang permanen bagi diri kita,” tegasnya.

Baca Juga  Tampil Spektakuler, Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Pukau Penonton PKB 2026

Melalui edukasi P4GN di lingkungan sekolah, pemerintah berharap pemahaman pelajar terhadap bahaya narkoba semakin kuat. Penguatan karakter, kemampuan mengambil keputusan, kesadaran hukum, serta lingkungan pergaulan yang sehat menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan sejak dini.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan Bersinar di Kabupaten Badung. Dengan keterlibatan sekolah, pemerintah, keluarga, dan pelajar, pencegahan penyalahgunaan narkotika diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi gerakan bersama yang berlangsung secara berkelanjutan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular