Wednesday, September 16, 2026
HomeBALIBangliWastra Hitakara Bergema di Bangli, Pemkab Bangli Dukung Pelestarian Kain Tradisional Bali

Wastra Hitakara Bergema di Bangli, Pemkab Bangli Dukung Pelestarian Kain Tradisional Bali

Bangli, warnaberita.com – Kain tradisional Bali tak cukup hanya disimpan sebagai warisan budaya. Agar tetap hidup, wastra harus dipakai, dikembangkan, dan diberi ruang untuk memasuki gaya hidup masyarakat masa kini.

Semangat itulah yang terlihat dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 30 model memperagakan karya tujuh desainer muda Bali yang mengolah wastra tradisional ke dalam busana dengan sentuhan kekinian.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta sektor fashion berbasis budaya lokal. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta hadir bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangli.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa Wastra Hitakara menjadi bagian dari upaya menjaga kain tradisional Bali agar tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan menjaga kain sebagai peninggalan budaya. Kreativitas juga diperlukan agar kain tradisional mampu mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Serahkan Hibah Rp400 Juta untuk Pitra Yadnya Massal di Tiyingan

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,” ujar Putri Koster.

Putri Koster berharap kegiatan yang digelar secara bergiliran setiap bulan itu mendorong masyarakat menggunakan busana berbasis wastra Bali, baik sebagai busana kerja maupun pakaian sehari-hari.

Di Bangli, tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka. Mereka terdiri dari A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa kain tradisional Bali memiliki ruang luas untuk dikembangkan. Wastra dapat tampil modern tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Baca Juga  GOW Bangli Gencarkan Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini di Kalangan Pelajar

Konsep acara juga tidak berhenti pada peragaan busana. Para undangan dapat langsung memilih dan membeli karya yang mereka minati. Pola tersebut mempertemukan budaya, kreativitas, promosi dan pasar dalam satu kegiatan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai salah satu lokasi Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Menurut Sariasih, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi pelaku IKM untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menilai perkembangan IKM Kabupaten Bangli menunjukkan tren positif, baik dari sisi kualitas maupun keberagaman produk. Karena itu, pelaku usaha membutuhkan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya. Kita ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Sariasih.

Baca Juga  Koperasi Desa Merah Putih Awan Jadi Model Nasional

Kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati I Wayan Diar turut menunjukkan dukungan Pemkab Bangli terhadap pengembangan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi masyarakat dan kekayaan budaya daerah.

Pengembangan fashion berbasis wastra Bali diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Dari Bangli, pelestarian wastra kembali mendapat makna baru. Kain tradisional bukan sekadar warisan yang dijaga, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan modern sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perajin, desainer dan pelaku IKM Bali.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular