Tuesday, October 6, 2026
HomeBALITabananBupati Sanjaya Terima Hibah Tanah 2.000 Meter Persegi dari KPK, Siap Dioptimalkan...

Bupati Sanjaya Terima Hibah Tanah 2.000 Meter Persegi dari KPK, Siap Dioptimalkan untuk Masyarakat

Tabanan, warnaberita.com – Sebuah lahan seluas 2.000 meter persegi di Desa Marga kini menjadi aset Pemerintah Kabupaten Tabanan setelah menerima hibah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan aset tersebut akan dikelola secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Serah terima Barang Milik Negara (BMN) eks barang rampasan negara tersebut berlangsung di Graha Sewaka Dharma, Gedung Pelayanan Publik Pemkot Denpasar, Selasa (6/10/2026). Pemkab Tabanan menerima hibah tanah yang berlokasi di Desa Marga sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan aset negara untuk kepentingan publik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK RI Mungki Hadipratikto, Wakil Wali Kota Denpasar, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, serta jajaran perangkat daerah terkait dari Pemkot Denpasar dan Pemkab Tabanan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Tinjau Progres Taman Tugu Singasana Saat Gowes Bersama Komunitas

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada KPK RI atas kepercayaan yang diberikan melalui hibah tersebut. Ia menilai penyerahan aset ini tidak sekadar menyelesaikan proses administrasi, tetapi juga menunjukkan sinergi antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset negara.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia yang telah memberikan kami hibah tanah seluas 2.000 meter persegi di Desa Marga. Bagi kami, ini merupakan wujud nyata kepercayaan besar dari KPK kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang sangat kami syukuri,” ujarnya.

Baca Juga  Rencana Pembangunan Rice Milling Unit di Tabanan, Gubernur Koster Siap Mendukung

Menurut Bupati Sanjaya, Pemkab Tabanan akan mengelola lahan tersebut secara terukur dengan mempertimbangkan potensi daerah, terutama sektor pertanian. Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian besar, Tabanan terus mendorong penguatan produktivitas pangan dan ketahanan pangan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi aset di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. Aset yang belum produktif akan terus ditata dan dimanfaatkan, baik melalui pengelolaan secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak ketiga sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk itulah kami akan berkomitmen penuh untuk mengelola, merawat, dan memaksimalkan seluruh aset hibah ini agar dapat berdaya guna secara optimal, terintegrasi, dan tepat sasaran. Ini penting kami sampaikan untuk memastikan kepercayaan besar yang telah diberikan dapat kami jawab dengan sebuah langkah nyata untuk memastikan Tabanan Era Baru, Tabanan yang Aman, Unggul, Madani (AUM) dapat kami wujudkan,” imbuh Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Tegaskan Sinergi dengan Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Sementara itu, Mungki Hadipratikto menjelaskan bahwa barang rampasan negara pada prinsipnya terlebih dahulu diupayakan melalui mekanisme lelang. Namun, apabila aset tidak laku dilelang atau terdapat kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, aset dapat dikelola melalui mekanisme lain sesuai ketentuan, termasuk pemindahtanganan kepada pemerintah daerah.

Bupati Sanjaya berharap serah terima tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ia memastikan Pemkab Tabanan akan menjaga serta memanfaatkan aset hibah tersebut secara bertanggung jawab sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular