Badung, warnaberita.com – Target pemilahan sampah 100 persen di Kabupaten Badung pada Desember 2026 menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung pun memperkuat gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber bertajuk “Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini dirangkaikan dengan peringatan Rahina Tumpek Wayang sebagai momentum memperkuat kesadaran ekologis.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa optimistis target tersebut dapat tercapai melalui peningkatan partisipasi masyarakat serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Saya berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat memahami PSBS. Penerapan pemilahan harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Anak-anak sekolah yang hadir pun secara teori sudah banyak paham dan bahkan sudah melaksanakan. Momentum ini akan mendongkrak persentase partisipasi krama agar target 100 persen pemilahan sampah rumah tangga di tahun 2026 bisa tercapai,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa juga mengapresiasi pelibatan siswa sekolah dasar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi sejak dini penting untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan lingkungan. Ia turut mendorong desa adat, kelurahan, dan perbekel memperkuat regulasi lokal agar penerapan PSBS berjalan konsisten di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua PSBS Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan jenis sampah karena setiap kategori membutuhkan penanganan yang tepat.
Ia mengajak krama menyukseskan Gerakan Sadar Sampah dari Rumah melalui pembatasan sampah, pemilahan organik, bahan daur ulang dan residu, pencegahan sisa makanan, serta pengomposan.
“Saya mengajak masyarakat menggalakkan Gerakan Sadar Sampah melalui tiga pilar utama. Pertama, pembatasan dengan menyetop plastik sekali pakai dan selalu membawa tumbler serta wadah belanja ramah lingkungan. Kedua, habiskan makanan untuk mencegah timbulan food waste. Ketiga, pilah dari sumber agar tidak mencampur sampah demi mencegah beban berlebih di TPA,” ucapnya.
Sosialisasi ini diikuti Forkopimda Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, Sekda Badung IB Surya Suamba, kepala OPD, Majelis Desa Adat, camat, perbekel, lurah, bendesa adat, pengelola TPS3R, pengurus bank sampah, serta kepala sekolah se-Kabupaten Badung.
Melalui momentum Tumpek Wayang, Pemkab Badung mendorong kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama yang harus dimulai dari rumah untuk mewujudkan Badung yang lebih bersih dan mandiri dalam pengelolaan sampah.(*)
