Thursday, April 30, 2026
HomeEKONOMIDulu Dianggap Limbah, Terak Nikel Punya Potensi Besar Dimanfaatkan Berbagai Industri

Dulu Dianggap Limbah, Terak Nikel Punya Potensi Besar Dimanfaatkan Berbagai Industri

Jakarta, Warnaberita.com – Terak nikel dikenal hanya sebagai limbah hasil sampingan dari proses pengolahan bijih nikel.

Material berwarna abu-abu kehitaman itu umumnya dimanfaatkan untuk urugan jalan atau bahan penimbun tanah, tanpa nilai ekonomi yang berarti.

Namun, pandangan tersebut kini mulai berubah.

Periset Pusat Riset Metalurgi BRIN, Agus menggali potensi pemanfaatan terak nikel. Ia menyebut bahwa material ini sesungguhnya menyimpan banyak manfaat yang belum tergali. Dahulu terak nikel dianggap tidak berguna.

“Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa terak nikel memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali di berbagai industri,” ungkap Agus dikutip dari laman BRIN, Minggu (9/11).

Agus menjelaskan, pada terak nikel terdapat logam-logam berharga seperti besi oksida, silika (SiO₂), magnesium (Mg), serta logam tanah jarang (LTJ) seperti lanthanum (La), cerium (Ce), neodymium (Nd), dan yttrium (Y).

Baca Juga  IMDI 2025 Meningkat 1,19 Poin dari Tahun Sebelumnya

“Logam-logam ini bisa diekstraksi melalui proses piro-hidrometalurgi, untuk menghasilkan bahan baku bernilai tinggi,” ucapnya. 

Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, dilakukan fusi alkali dengan bahan aditif untuk mengubah struktur kimia terak nikel.

Tahap berikutnya, pelindian air dan presipitasi asam encer dilakukan untuk mengubah silika oksida menjadi silika presipitat murni bahkan hingga material nanosilika.

Sementara itu, pelindian asam dan pemisahan selektif dapat mengekstrak magnesium serta logam tanah jarang dengan efisiensi tinggi.

Menurut Agus, upaya ini bukan sekadar memanfaatkan limbah, tetapi merupakan langkah strategis menuju pengelolaan sumber daya yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Baca Juga  Percepat Pendirian KDMP di Desa Wisata, Kemenkop-Kemenpar Perkuat Kolaborasi

Dengan teknologi yang tepat, limbah terak nikel bisa menjadi bahan baku baru bagi industri material maju.

“Hasil riset ini membuka pandangan baru bahwa terak nikel bukan lagi sekadar sisa proses industri. Terak nikel material yang berpotensi mendukung pengembangan ekonomi sirkular, inovasi material, dan pelestarian lingkungan di masa depan,” terang Agus.

Meski demikian, Agus menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi.

Salah satunya adalah pengembangan teknologi ekstraksi yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk memperoleh logam berharga dan logam tanah jarang dalam jumlah optimal.

“Selain itu, perlu penelitian lanjutan untuk optimasi proses di skala industri dan memastikan residu pasca ekstraksi tidak menimbulkan dampak lingkungan baru,” tambahnya.

Baca Juga  Momentum Pacu Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Ke depan, pengolahan terak nikel diperkirakan akan mengarah pada pemanfaatan terpadu dengan konsep zero waste dan ekonomi sirkular.

Teknologi piro-hidrometalurgi juga akan dikombinasikan dengan pendekatan ramah lingkungan seperti bioleaching dan teknologi hijau untuk mengekstraksi logam berharga secara lebih efisien.

“Dengan pendekatan ini, kita bisa mengubah cara pandang terhadap terak nikel. Dari yang tadinya limbah berbahaya, kini bisa menjadi sumber daya strategis untuk mendukung keberlanjutan industri nikel dan energi terbarukan,” tutup Agus. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru