Tuesday, April 28, 2026
HomeBALIBadungPemkab Badung Kembali Salurkan Bantuan Galungan

Ringankan Beban 83 Ribu Krama

Pemkab Badung Kembali Salurkan Bantuan Galungan

Badung, warnaberita.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk menghadirkan kebijakan yang inklusif, adaptif, dan berpihak kepada masyarakat terus diwujudkan secara konkret. Langkah ini terutama dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat kesejahteraan sosial masyarakat.

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan November 2025, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga (KK) kepada masyarakat beragama Hindu dengan penghasilan maksimal Rp5 juta per bulan.

Bantuan tahap kedua ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli menjelang hari raya keagamaan. Penyaluran dilakukan secara simbolis di dua lokasi, yakni Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, dan Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, pada Senin (10/11).

Kebijakan ini diatur berdasarkan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, Perbup Badung Nomor 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Keputusan Kepala Daerah, serta Perbup Badung Nomor 10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban, dan Pelaporan Hibah dan Bansos.

Baca Juga  Rekayasa Lalin di Kerobokan Kelod Efektif Kurangi Waktu Tempuh

Pada tahap kedua ini, Pemkab Badung menyalurkan bantuan kepada 83.768 KK umat Hindu di enam kecamatan, dengan rincian: Petang 7.998 KK, Abiansemal 22.542 KK, Mengwi 24.429 KK, Kuta Utara 9.039 KK, Kuta 5.275 KK, dan Kuta Selatan 14.485 KK. Sebelumnya, tahap pertama telah disalurkan pada April 2025 kepada sekitar 90 ribu KK.

Seluruh proses pencairan dilakukan melalui rekening Bank BPD Bali penerima manfaat untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran daerah. Langkah ini juga mencerminkan pelaksanaan Kriya Kelima Kriya Sewaka Dharma, yang menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa bantuan ini bukan merupakan tunjangan hari raya, melainkan stimulus ekonomi daerah untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian lokal.

“Pemerintah harus hadir untuk mengurangi beban sosial ekonomi masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjaga daya beli, sekaligus menjadi stimulan agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan layak,” ujarnya.

Baca Juga  Adi Arnawa Tekankan Penguatan Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat

Menurut Adi Arnawa, kebijakan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari program strategis daerah Sapta Kriya AdiCipta, yakni tujuh gerak pengabdian pembangunan yang menitikberatkan pada kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemerataan hasil pembangunan. Program bantuan hari raya ini merepresentasikan pelaksanaan Kriya Ketiga, Kriya Jagadhita, yang menekankan upaya menciptakan kesejahteraan lahir batin masyarakat Badung melalui kebijakan sosial yang berkeadilan dan berdampak langsung.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan bantuan sosial ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial agar warga dapat hidup layak serta melaksanakan fungsi sosialnya.

Pola penyaluran bantuan serupa juga akan diterapkan bagi umat beragama lain di Badung, seperti saat perayaan Idul Fitri, Natal, Waisak, dan Imlek, sesuai kalender keagamaan masing-masing. Hal ini menjadi pengejawantahan Kriya Ketujuh Kriya Ekasraya, yang menumbuhkan harmoni dan solidaritas antarumat dalam bingkai kebhinekaan.

“Tradisi hari raya bukan sekadar upacara keagamaan, melainkan momentum mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Karena itu, kami ingin memastikan semua umat dapat merayakan hari raya dengan layak tanpa terbebani oleh tekanan ekonomi akibat inflasi. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat, serta membawa kedamaian dan kerahayuan bagi seluruh krama Badung,” pungkasnya.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Suguhkan Tarian Gopala

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, AA. Ngurah Raka Sukaeling, menambahkan bahwa perayaan hari raya memang sering diiringi peningkatan harga dan kebutuhan masyarakat.

“Peningkatan ini berpengaruh pada kemampuan daya beli masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar. Karena itu, pemerintah wajib hadir memberikan perlindungan sosial bagi warganya,” ujarnya.

Hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati saat penyerahan bantuan di Petang antara lain anggota DPRD Badung Bima Nata, I Gusti Lanang Umbara, Putu Yunita Oktarini, dan I Nyoman Artawa, Forkopimda Badung, Kepala OPD terkait, Plt. Camat Petang AA. Ngr Darma Putra, serta Plt. Perbekel Carangsari.

Sementara di Abiansemal turut hadir anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, I Wayan Joni Pergawa, I Gusti Ngurah Saskara, I Gede Budi Yoga, I Nyoman Gede Wiradana, Ni Luh Putu Sekarini, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, Forum Perbekel se-Kecamatan Abiansemal, serta masyarakat penerima manfaat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru