Friday, July 10, 2026
HomeBALIBadung"Les Kelanguan" Memukau PKB XLVIII, Duta Badung Angkat Spirit Mebuug Buugan Kedonganan

“Les Kelanguan” Memukau PKB XLVIII, Duta Badung Angkat Spirit Mebuug Buugan Kedonganan

Denpasar, warnaberita.com – Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar dipenuhi penonton yang antusias saat Duta Kabupaten Badung tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Selasa (7/7/2026) pukul 17.00 Wita. Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, sukses memukau melalui garapan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan”.

Pementasan langsung menyedot perhatian sejak awal lewat tabuh petegak bebarongan “Jala Maasin”. Garapan ini menegaskan filosofi air sebagai sumber kehidupan yang mengalir dari pegunungan hingga pesisir. Pertemuan air tawar dan air laut dimaknai sebagai simbol keharmonisan alam sekaligus memiliki nilai sakral dalam ajaran Hindu sebagai sarana pelaksanaan yadnya.

Memasuki inti pertunjukan, “Les Kelanguan” mengangkat tradisi Mebuug Buugan, ritual khas masyarakat Desa Adat Kedonganan yang dilaksanakan setiap Manis Nyepi. Tradisi bermain lumpur ini ditampilkan sebagai metafora perjalanan manusia menuju Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha. Kisah dimulai dari keceriaan anak-anak bermain lumpur merah di pesisir, menggambarkan sifat alami manusia yang masih dipenuhi kekotoran, lalu berkembang menjadi konflik batin dan ego.

Baca Juga  IGDX Business and Conference 2025

Alur dramatik semakin kuat dengan hadirnya sosok dukuh yang menanamkan nilai dharma sebagai pedoman hidup. Puncak perjalanan spiritual ditampilkan melalui prosesi penyucian di pesisir barat lewat Sesuhunan yang lunga ngintar merespons mrana desa. Kehadiran Legong, Telek, serta manifestasi sakral Ida Jro Wayan dan Ida Jro Luh dalam wujud Barong Landung mempertegas pesan keseimbangan hidup melalui penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Koordinator Nglawang Barong Landung Duta Kabupaten Badung, Agus Suanjaya, menegaskan bahwa konsep “Les Kelanguan” terinspirasi dari kawasan hutan mangrove di pesisir timur Kedonganan. “Kami mengangkat tradisi yang ada di Desa Adat Kedonganan, terutama Mebuug Buugan yang dilaksanakan setiap Manis Nyepi. Tradisi itu kami hadirkan ke dalam konsep garapan agar masyarakat semakin mengenal warisan budaya yang kami miliki. Harapan kami, desa adat maupun duta kabupaten lainnya juga terdorong mengangkat tradisi yang dimiliki daerahnya masing-masing,” ujar Agus Suanjaya.

Baca Juga  Giri Prasta Buka Musancab PDI Perjuangan Badung, Tekankan Soliditas dan Loyalitas Kader

Ia menjelaskan proses kreatif dimulai sejak 11 Februari 2026 dan melibatkan 108 seniman selama lebih dari empat bulan hingga akhirnya tampil di panggung PKB.

Penari tokoh kakek, Agus Suwira, mengaku bangga bisa terlibat. “Pesta Kesenian Bali memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Semoga kegiatan ini terus berkembang sehingga seni dan budaya Bali tetap lestari dan semakin dicintai oleh generasi muda,” kata Agus Suwira.

Peran tokoh kakek dan nenek yang dibawakan Agus Suwira dan Gung Gita memperkuat pesan moral tentang pentingnya tuntunan keluarga dalam menanamkan nilai dharma serta menjaga tradisi.

Baca Juga  Pemkab Badung Kebut Pembukaan Empat Akses Jalan Baru, Pembebasan Lahan Mulai Rampung

Tepuk tangan panjang menutup pementasan. “Les Kelanguan” tidak hanya menghadirkan keindahan artistik, tetapi juga menegaskan pentingnya penyucian diri, harmoni dengan alam, dan pelestarian budaya sebagai identitas Bali yang hidup lintas generasi.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru