Friday, April 17, 2026
HomeBALITabananBupati Sanjaya Dorong Pelestarian Budaya dan Agrowisata

Buka Bantiran Festival

Bupati Sanjaya Dorong Pelestarian Budaya dan Agrowisata

Tabanan, warnaberita.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung membuka Bantiran Festival ke-2 (Banfest) di Bale Banjar Dinas Tejabukit, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan.

Ia datang didampingi Anggota DPRD Tabanan, Sekda, unsur Forkopimcam, para bendesa adat, Perbekel, dan tokoh masyarakat. Festival ini digelar untuk memperingati Hari Jadi Desa Bantiran serta sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Pembukaan festival berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat warga dalam menggelar Banfest. Ia menyebut Desa Bantiran sebagai salah satu desa tua yang menyimpan kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang patut dibanggakan.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Sudah Tangani 1.116 RTLH, Ini Sumber Dananya

Menurutnya, Kecamatan Pupuan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata unggulan. Festival ini disebut sebagai strategi kebudayaan yang mampu menggairahkan ekonomi rakyat.

Selama 11 hari pelaksanaan, dari 1 hingga 12 Juli 2025, Banfest menyuguhkan berbagai kegiatan budaya dan tradisi. Masyarakat antusias mengikuti lomba permainan tradisional seperti mekoret antar banjar, mepentet antar siswa SD, hingga permainan gangsing, tajog, dan gale-gale.

Lomba kuliner khas seperti membuat sate dan lawar, serta penjor hias dan jegeg bagus antar sekaa teruna juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Kesenian tabuh baleganjur dan gong kebyar dari sejumlah sekaa seni turut memeriahkan suasana.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Lantik 8 Pejabat Eselon II dalam Rotasi Perdana di Pemkab Tabanan

Penutupan festival pada 12 Juli akan diisi dengan penampilan spesial dari grup band lokal Bali. Bupati Sanjaya menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya yang digagas oleh masyarakat Bantiran. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi agar tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.

“Kalau emas digerus akan habis, tapi budaya makin dijaga makin berharga, tujuh keturunan pun tidak akan habis,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat menjadikan festival ini sebagai wadah mempererat solidaritas sosial, memperkuat promosi produk lokal, serta mendorong daya saing daerah. Komitmen Pemkab Tabanan untuk mendukung pelestarian budaya ditegaskannya sebagai bagian dari visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Tema Kumara Guna diangkat untuk menginspirasi generasi muda agar menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan lingkungan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas Tabanan

Ketua Panitia, Agus Putu Eka Nanda, menjelaskan bahwa Banfest menjadi wadah kreativitas dan kolaborasi seni tradisional warga Bantiran. Ia menambahkan, keterlibatan aktif ibu-ibu PKK, karang taruna, perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum menjadi kekuatan utama dalam suksesnya festival ini. Semangat gotong royong menjadi pondasi utama yang diharapkan menjadikan Banfest sebagai agenda budaya tahunan yang terus berkembang. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru