Bangli, warnaberita.com – Ratusan personel dari berbagai unsur turun langsung membersihkan bangkai ikan yang mati di Danau Batur, Kintamani.
Aksi ini melibatkan personel dari Pemerintah Kabupaten Bangli, TNI, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS), relawan, dan masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong mengangkat ribuan ikan mati yang mengapung di permukaan danau.
Pembersihan dilakukan sebagai respons cepat terhadap fenomena matinya ikan secara massal yang diduga akibat meningkatnya kadar belerang di air. Kadar belerang tinggi bisa menurunkan oksigen terlarut, sehingga membahayakan kehidupan biota air. Fenomena ini menjadi perhatian karena Danau Batur bukan hanya ikon wisata, tetapi juga sumber penghidupan warga setempat.
Tim pembersih mengangkat bangkai ikan untuk mencegah pencemaran air dan penyebaran bau tidak sedap. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem danau secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh TNI, para relawan, dan seluruh masyarakat,” ungkap Sarma saat meninjau langsung ke lokasi, Rabu (16/7/25).
Pemerintah berkomitmen terus memantau kualitas air dan mendorong edukasi lingkungan kepada warga. Melalui kerja sama lintas sektor, Danau Batur diharapkan segera pulih, kembali bersih dan lestari seperti sediakala.(*)
