Friday, January 16, 2026
HomeBALIDenpasarGubernur Koster Sebut Budaya Bali Kuat, Tak Pernah Mati

Tutup PKB XLVII dan Buka FSBJ VII

Gubernur Koster Sebut Budaya Bali Kuat, Tak Pernah Mati

Denpasar, warnaberita.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 sekaligus membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII Tahun 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (19/7/25) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa budaya Bali adalah kekuatan utama yang terus hidup dan tidak pernah mati.

Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh seniman yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasi dalam setiap pertunjukan selama PKB berlangsung. Ia menilai pelaksanaan PKB tahun ini semakin menonjolkan keberagaman seni yang berakar pada kearifan lokal dan sejarah daerah. Menurutnya, setiap sekaa tampil dengan kekuatan lokal masing-masing, melibatkan generasi muda dan tua secara berimbang.

“Budaya Bali kuat, Budaya Bali tidak pernah mati karena generasi muda kita terus tumbuh dan menunjukkan keterlibatan nyata, sehingga kita tidak perlu khawatir. Seni dan budaya di Bali akan terus hidup, berkembang, dan diwariskan,” tegasnya.

Baca Juga  ID. Buzz Kanvas Ekspresi Kreator Muda

Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat dari padatnya penonton di panggung Ardha Candra setiap malam. Gubernur Koster menyebut, keberhasilan PKB tak hanya sebagai ruang ekspresi seni, tetapi juga simbol kebersamaan, tempat silaturahmi antara seniman, budayawan, dan masyarakat.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga menyampaikan bahwa Bali memiliki kekuatan besar dari keunikan budayanya yang menjadi penopang utama pariwisata dan perekonomian daerah. Dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa, Bali secara konsisten menyelenggarakan dua ajang seni bergengsi: PKB sebagai ruang seni tradisi dan FSBJ sebagai panggung seni modern-kontemporer.

“Tidak ada pilihan lain bagi Bali jika ingin bertahan. Satu-satunya cara adalah komit menjaga dan merawat budaya kita. Lewat PKB dan FSBJ, para seniman kita semakin berkualitas, karya-karyanya semakin unik, dan penontonnya semakin banyak. Inilah yang membuat budaya Bali hidup dan akan terus berlanjut,” jelasnya.

Baca Juga  Wisatawan Asal Amerika Terjatuh di Tangga Pantai Atuh

Selain menjadi ruang budaya, PKB XLVII juga memberi dampak ekonomi nyata. Gede Yuta, pedagang laklak asal Buleleng, mencatat omzet hampir Rp 100 juta selama PKB berlangsung. I Wayan Karmen dari Bangli, yang menjual keben wayang, bahkan meraih omzet Rp 161 juta dengan keuntungan 30 persen. Keduanya mengaku terbantu karena mendapat fasilitas pameran gratis dan kemudahan akses penjualan langsung.

I Ketut Rasmini (83), salah satu pengunjung setia, menyatakan rasa bahagianya dapat menonton pertunjukan setiap hari. Ia menilai PKB kini lebih berkualitas dan menjadi wadah pertemuan akrab antara pelaku budaya dan masyarakat.

Baca Juga  Kunjungan ke Bali, Wapres Singgah di SDN 3 Kesiman

Pada malam penutupan PKB, Gubernur juga menyerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 9 seniman atas dedikasi mereka dalam pelestarian budaya Bali. Selain itu, hadiah lomba dan sertifikat diberikan kepada 22 seniman dan lembaga seni. Acara ditutup dengan pementasan kolaboratif Sanggar Seni Kokar Bali dan SMKN 3 Sukawati.

Turut hadir dalam malam itu Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun, Sekda Provinsi Bali beserta Ibu, anggota Forkopimda, para bupati/walikota se-Bali, tokoh adat, budayawan, sastrawan, dan pecinta seni budaya Bali. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru