Friday, January 16, 2026
HomeEKONOMIMakroSistem Perpajakan Internasional yang Adil, Efektif, dan Stabil

Menkeu Sri Mulyani Tekankan Pentingnya

Sistem Perpajakan Internasional yang Adil, Efektif, dan Stabil

Jakarta, warnaberita.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri sesi keempat yang digelar pada hari pertama Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Forum G20 di Zimbali, Afrika Selatan, atau Kamis (17/7) waktu setempat. Pada sesi tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas mengenai perpajakan internasional.

Dikutip dari laman Instagram @smindrawati, ia menekankan pentingnya keberadaan sistem perpajakan internasional yang adil, efektif, dan stabil. “Ini bukan hanya soal fiskal—ini soal keadilan global agar kita bisa tumbuh bersama. Negara berkembang punya hak yang setara dalam aktivitas ekonomi lintas batas yang terjadi di wilayahnya,” ujarnya.

Baca Juga  Aset Negara Harus Beri Manfaat Maksimal bagi Masyarakat

Menkeu mengungkapkan, Indonesia mendukung Two-Pillar Solution, dan sudah mulai melaksanakannya. Meski demikian, menurutnya upaya tersebut tidak berhenti sampai di situ. Menurutnya, forum G20 harus menjadi forum yang memastikan tidak ada negara yang tertinggal dalam sistem perpajakan global yang makin kompleks.

Oleh karenanya Menkeu Sri Mulyani menggarisbawahi pentingnya peran IMF, Bank Dunia, dan forum PBB untuk membantu negara-negara berkembang membangun kapasitas dan menjaga kedaulatan fiskalnya.

“Pajak bukan hanya tentang pendapatan masing-masing negara. Ini tentang membangun masa depan dunia yang setara dan berkelanjutan”, tegasnya.

Perkuat Kemitraan Strategis dengan Kanada

Usai menghadiri sesi pertama Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting G20 di Zimbali, Afrika Selatan pada Kamis (17/9) waktu setempat, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne melakukan pertemuan bilateral.

Baca Juga  Menkop Terima Kunjungan Pemilik Perusahaan Peternakan Terbesar di Dunia

Pada pertemuan tersebut, keduanya membahas dinamika perekonomian global, peluang kerja sama strategis antara Indonesia-Kanada, serta tantangan perdagangan yang dihadapi Indonesia dan Kanada sebagai dampak dari kebijakan tarif Amerika Serikat.

“Saya dan Mr. Champagne juga menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk rencana diversifikasi perdagangan Kanada yang melirik Indonesia sebagai salah satu mitra potensial, peningkatan ekspor produk pertanian Kanada ke Indonesia, penguatan kemitraan di sektor energi, serta peluang investasi pada proyek infrastruktur Indonesia,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan, komitmen bersama untuk memperdalam hubungan ekonomi yang sinergis menjadi sinyal bahwa kolaborasi Indonesia-Kanada akan terus berkembang dalam semangat stabilitas, keterbukaan, dan pembangunan berkelanjutan. (*)

Baca Juga  Hingga 31 Agustus 2025, Segini Realisasi Belanja Negara
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru