Tuesday, April 28, 2026
HomeBALIJembranaBupati Jembrana Sidak Sumur Bor

Pastikan Dukungan Irigasi Pertanian

Bupati Jembrana Sidak Sumur Bor

Jembrana, warnaberita.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik sumur bor di wilayah Kabupaten Jembrana, Senin (4/8/25).

Sidak ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi sumur bor, baik yang mengalami kerusakan maupun yang belum berfungsi.

Dalam keterangannya, Bupati Kembang menyampaikan bahwa di Jembrana terdapat 132 sumur bor, baik sumur dangkal maupun sumur dalam. Seluruh sumur tersebut merupakan program dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Kementerian PUPR yang telah diserahkan pengelolaannya kepada subak.

“Dari 132 sumur bor itu, jika kedapatan ada yang rusak, segera disampaikan, nanti kita akan mengusulkan ke Balai, untuk segera mendapat perbaikkan. Termasuk jika ada usulan sumur bor baru juga,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Badung Selaraskan Program PKK hingga Sentuh Warga Disabilitas

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Tegal Badeng Barat. Di desa ini, Bupati menemukan adanya sumur bor yang tidak aktif.

“Ini ada sumur bor, namun tidak aktif, nanti kita akan koordinasikan ke Balai, agar bisa diaktifkan sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang ada di Desa Tegal Badeng Barat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberadaan sumur bor menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam membantu subak-subak di Jembrana meningkatkan hasil produksi pertanian, terutama di tengah tantangan iklim yang tidak menentu.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRPKP Jembrana, I Gede Sugianta menambahkan bahwa tahun 2025 ini, BWS Bali Penida akan membangun sumur bor di 10 titik di wilayah Jembrana.

Baca Juga  Pemkab Jembrana Kendalikan Stok dan Harga Pangan Jelang Hari Raya

“Dari 10 titik itu, 5 sumur sudah selesai tahap pengeboran, tinggal instalasi dari PLN karena menggunakan tenaga listrik. Sisanya 5 saat ini sedang proses tender di Balai,” jelasnya.

Terkait sumur-sumur yang tidak aktif, pihaknya akan melakukan pendataan dan berkoordinasi lebih lanjut agar bisa segera dilakukan perbaikan.

Sugiyanta menyebut langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan daerah untuk memastikan sarana irigasi tetap optimal dalam mendukung produktivitas petani Jembrana.

Dengan pengawasan langsung dari kepala daerah dan koordinasi lintas sektor, diharapkan keberadaan sumur bor benar-benar bisa dimaksimalkan manfaatnya untuk para petani dan keberlanjutan ketahanan pangan di Jembrana.(*)

Baca Juga  Produk UMKM Jembrana Masuk Gerai Alfamart
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru