Badung, warnaberita.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi PAAREDI (Pola Asuh Anak di Era Digital) yang digelar di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (27/8/25).
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten, perwakilan Kecamatan hingga Desa/Kelurahan se-Badung serta menghadirkan narasumber berkompeten.
Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dewasa ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan, terutama bagi tumbuh kembang anak.
“HP, media sosial dan berbagai alat digital kini begitu dekat dengan keseharian anak-anak kita. Kehadiran teknologi memang banyak manfaat, mulai dari kemudahan mendapat informasi, peningkatan kreativitas hingga sarana pembelajaran. Namun di sisi lain kita juga dihadapkan dengan tantangan baru, fenomena kesulitan konsentrasi serta berkurangnya interaksi sosial nyata semakin sering kita temui pada generasi muda,” ujarnya.
Rasniathi juga mengingatkan bahwa jika hal tersebut tidak mendapat perhatian dan pendampingan yang tepat, dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik akademis, emosional, maupun sosial. Oleh sebab itu, peran orang tua, khususnya ibu sebagai pendidik pertama bagi anak, menjadi sangat penting.
Melalui sosialisasi ini, ia berharap seluruh peserta mampu memperdalam pemahaman mengenai pola asuh yang adaptif sesuai dengan tantangan zaman. “Bagaimana kita mampu mendampingi anak agar tetap sehat, fokus dan berkarakter kuat di tengah derasnya arus digitalisasi,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya TP PKK Badung dalam mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh, sejahtera, serta memiliki generasi penerus yang berdaya saing di era digital.
Dengan adanya sosialisasi PAAREDI ini, diharapkan para orang tua mampu menerapkan pola asuh yang tepat, menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan kebutuhan interaksi sosial nyata, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul baik secara intelektual maupun emosional.(*)
