Denpasar, warnaberita.com – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya sinergi antara pemenuhan gizi dan perlindungan lingkungan.
Hal ini disampaikan saat dirinya meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda di Denpasar, Jumat (12/9/25). Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Menteri Hanif menekankan bahwa integrasi pengelolaan sampah dan limbah dalam layanan gizi harus menjadi standar utama. “Ada dua hal pokok yang harus kita tangani, sampah padat dan limbah domestik. Potensi sampah dari layanan ribuan orang per hari bisa sangat besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menjadi beban lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas lingkungan Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia. “Konversi lahan wajib disudahi. Bali harus kita jaga sebaik-baiknya. Program gizi seperti MBG ini akan semakin kuat bila berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan praktik ekonomi sirkular,” tegasnya.
Melalui pendekatan ini, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi konkret dalam pengelolaan sampah, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan. Konsep ini menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mendukung agenda nasional dalam mengatasi persoalan gizi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
SPPG Polda yang dikunjungi Menteri Hanif saat ini mampu menyediakan 3.577 porsi makanan setiap hari. Jumlah tersebut didistribusikan bagi sembilan penerima manfaat, mulai dari posyandu hingga sekolah menengah atas. Program ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dan telah menerapkan berbagai langkah ramah lingkungan.
Beberapa di antaranya yakni penggunaan wadah makanan guna ulang, pembatasan plastik sekali pakai, hingga pengurangan menu yang berpotensi menghasilkan sampah organik berlebih. Praktik ini menjadi bukti bahwa layanan pemenuhan gizi dapat diintegrasikan dengan prinsip ekonomi sirkular, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga lingkungan sekitar.
Menteri Hanif berharap sinergi gizi dan lingkungan melalui Program MBG dapat terus diperluas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Dengan begitu, kesehatan masyarakat dapat meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai etalase wajah Indonesia di mata dunia.(*)
