Monday, February 16, 2026
HomeBALIBadungOperasi SAR Korban Banjir Dihentikan, Lanjutkan dengan Pemantauan

Operasi SAR Korban Banjir Dihentikan, Lanjutkan dengan Pemantauan

Badung, warnaberita.com – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H. selaku SAR Mission Coordinator, Kamis (18/9/25) sore, secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seluruh korban banjir di Bali.

Keputusan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

“Dapat kami sampaikan bahwa hingga hari ini jumlah korban meninggal yang diakibatkan oleh bencana banjir yang melanda pulau Bali adalah sebanyak 18 orang, sedangkan yang masih belum ditemukan sebanyak 4 orang,” ujar Sidakarya.

Ia menjelaskan, Tim SAR Gabungan selama tujuh hari telah mengerahkan seluruh kemampuan, baik melalui penyisiran sungai maupun dengan perahu karet, khususnya di wilayah Badung. Namun, hingga evaluasi terakhir tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Ajak Warga Bergandeng Tangan Pulihkan Lingkungan Pasca Banjir

“Setelah kita evaluasi beberapa hari dan tidak ada tanda korban ditemukan, maka hari ini upaya pencarian dengan mengerahkan unsur SAR Gabungan dan pengerahan Alut kita hentikan,” terangnya di depan media.

Meski operasi dihentikan, Sidakarya memastikan metode pencarian besar-besaran kini dialihkan menjadi pemantauan. Mekanisme ini sudah dikoordinasikan dengan unsur SAR di Kabupaten Badung. Sementara itu, untuk satu korban yang masih belum ditemukan di Kota Denpasar, pemantauan tetap dilakukan.

Ia juga menyoroti kerugian yang ditimbulkan banjir di Bali, mulai dari kerugian materi, kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, korban jiwa, hingga dampak psikologis masyarakat.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Tangani Sampah dan Infrastruktur

“Saya mengucapkan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban, dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang terlibat atas kerja keras dan dedikasinya di bidang kemanusiaan,” tutup Sidakarya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian korban di Perumahan Permata Residence, Mengwi, Badung, dengan menyusuri sungai di Desa Kaba Kaba, Tabanan pada Rabu (17/9/25). Upaya ini melibatkan TNI/Polri, instansi pemerintah, relawan, serta keluarga korban.

Koordinator Tim Rescue Basarnas Bali, Dudy Librana, menerangkan bahwa pencarian dilakukan dengan dua SAR Rescue Unit (SRU). SRU 1 fokus membersihkan material banjir di bawah jembatan Kaba-Kaba, sedangkan SRU 2 menyusuri sungai menuju Greenlot Tabanan.

Baca Juga  Bantuan Inisiatif Pegawai OJK, BPD Bali, dan FKLJK Disalurkan, Segini Nominalnya

“Banyaknya material banjir yang tersangkut di bawah jembatan sedikit menyulitkan upaya pencarian, pembersihan material masih dilakukan secara manual, jadi ada kemungkinan korban tersangkut di bawah,” ungkap Dudy.

Ia menambahkan, tindak lanjut pembersihan material sudah dikoordinasikan dengan Kasdim 1619 Tabanan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penyediaan alat berat.

“Untuk penyediaan alat berat sudah kita koordinasikan, agar secepatnya bisa dikerahkan,” tuturnya.

Namun, hingga dua sorti pencarian pada hari itu, korban belum ditemukan. Area pencarian direncanakan diperluas keesokan harinya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru