Monday, April 20, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa "Launching" Gertak Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di...

Bupati Adi Arnawa “Launching” Gertak Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Badung

Badung, warnaberita.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa resmi meluncurkan Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Posyandu se-Kabupaten Badung, Kamis (6/11/25).

Kegiatan ini berlangsung di Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2025 tentang pengukuran serentak pencegahan stunting di seluruh Provinsi Bali.

Gerakan ini bertujuan mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Badung melalui deteksi dini gizi dan kesehatan pada balita serta ibu hamil. Intervensi dilakukan secara serentak di seluruh Posyandu dengan tahapan pendataan, penimbangan, pengukuran, verifikasi, edukasi, hingga intervensi gizi. Berdasarkan data Sigizi Kesga per 1 November 2025, sasaran kegiatan mencakup 9.413 balita dan 3.413 ibu hamil di seluruh wilayah Badung.

Baca Juga  100 Hari kepemimpinan Bupati Adi Arnawa dan Wabup Alit Sucipta

Bupati Adi Arnawa menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan data stunting yang akurat. “Melalui kegiatan pengukuran serentak ini, kita ingin memastikan bahwa intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, mari kita manfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan secara gratis oleh Pemkab Badung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat yang aktif berpartisipasi. “Saya sengaja datang untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Kadang kita menerima laporan bahwa semuanya sudah bagus, tetapi di lapangan belum tentu demikian. Setelah saya lihat, pelaksanaannya di sini tertib dan baik, ini patut dipertahankan,” katanya.

Baca Juga  KPU Badung Rilis Data Pemilih Terbaru, Ini Angkanya

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. “Asupan makanan dan pola gizi harus diperhatikan. Pemerintah sudah menanggung seluruh biaya pelayanan kesehatan. Banyak daerah lain belum mampu seperti Badung. Karena itu, mari kita jaga kesehatan agar usia harapan hidup masyarakat terus meningkat,” tambahnya.

Adi Arnawa juga menyoroti pentingnya pengawasan masyarakat terhadap mutu layanan publik. “Kalau pelayanan tidak berjalan sebagaimana mestinya, laporkan langsung ke Kontak Bupati. Nanti tim saya akan langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit atau Puskesmas terkait,” tegasnya.

Ia menambahkan, usia harapan hidup masyarakat Badung kini telah mencapai 74–75 tahun, menjadi indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di daerah tersebut.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Duduk Bersama Komunitas Pantai Bingin

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Made Padma Puspita menjelaskan bahwa Pemkab Badung telah menyiapkan sistem layanan kesehatan terintegrasi, termasuk Call Center dan Safety Center.

“Setelah bulan November ini, masyarakat juga akan dapat memanfaatkan layanan telemedicine, sehingga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, camat se-Badung, Ketua Forum Perbekel dan Lurah se-Badung, serta masyarakat penerima manfaat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru